Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

PEMENANG ITU HARUS BERANI

Interpretasi Hulu - 28 Desember 2022
Total Dilihat : 110
Bagikan :


 Hari-hari ini, kita sering mendengar kesaksian mengenai Daud yang mengalahkan Goliat. Tentang bagaimana Daud mengalahkan Goliat hanya dengan ketapelnya, bagaimana Daud berhasil melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh bangsa Israel kala itu.
Kira-kira, apa yang membuat bangsa Israel tidak berhasil mengalahkan Goliat, padahal Goliat hadir setiap paginya selama 40 hari? Rasa takut dan rasa nyaman. Kenapa?

Siapa sih, yang tidak ingin menciptakan rasa aman dan nyaman bagi keluarga kita? Kita semua pasti suka dengan hal-hal yang sudah berjalan dengan tertib dan benar, tentunya juga tidak membahayakan kita. Inilah yang terjadi pada Bangsa Israel waktu itu. Orang Israel pada saat mereka akan bertempur, mereka menangis setiap hari. Padahal mereka sudah bersiap dan maju di garis terdepan, punya Tuhan di pihak mereka. Bahkan kesempatan selalu ada setiap hari, karena Goliat selalu muncul setiap paginya. Tapi, orang Israel malah berkata “Jangan hari ini, terlalu bahaya, yuk kita menetap aja di dalam kemah yang aman.” Selalu seperti itu, setiap hari mereka hanya ragu-ragu. Setiap hari rasa nyaman selalu menahan langkah mereka, padahal Goliat terus datang dan datang lagi. Tiba-tiba Daud datang dan mungkin berkata, “Ini ga mungkin terus-terusan begini, ini harus berakhir”.

Ini yang sebenarnya Tuhan mau terjadi pada kita. Kita harus bijak melihat melampaui kenyamanan kita, dan mengenali bahwa sebenarnya ada sesuatu yang harus kita perjuangkan untuk terus maju, untuk rencana yan lebih besar lainnya. Ia mau kita untuk bersiap, menjalani tangisan pertempuran, kemudian bergerak menyerang musuh kita. Ketika kita bersiap untuk menyerang musuh, tentu kita harus siap untuk masuk ke ranah yang tidak kita kenal dan pahami pada awalnya. Di sinilah kita diuji untuk bergerak dan berjalan dengan kekuatan Tuhan, jika kita berhasil, maka kita akan siap untuk bertempur dan menjadi pemenang.

Ingat, bahwa iman timbul dari rasa tidak nyaman. Seperti salib yang membawa kesakitan pada Yesus, yang pada akhirnya membawa kebebasan bagi kita semua. Tuhan tidak memanggil kita untuk lari dari bahayanya dunia yang sudah sesat dan sekarat saat ini. Ia memanggil kita untuk memasuki peperangan dengan pedang roh yang Ia persiapkan untuk kita.

“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja” (Yoh 9:4)

Hidup kita itu singkat, tapi Tuhan kita besar. Jadi mari kita sama-sama fokus pada hal-hal yang membawa kita menuju kemenangan. Kita hidup di dunia dengan milyaran orang yang belum kenal dengan Tuhan. Kita punya keistimewaan, di mana kita punya kebenaran, punya hidup, punya Yesus, punya harapan. Tentunya dengan keistimewaan ini kita harusnya semakin berani untuk maju dan bergerak sebagi pemenang. Yuk, kita sama-sama bergerak menjadi pemenang dengan Yesus!

God bless.



By : Felicia Amanda Lase


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait