Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

MUNGKINKAH UNTUK TIDAK BERDOSA?

Interpretasi Hulu - 31 Agustus 2022
Total Dilihat : 108
Bagikan :

1 Yohanes 3:9 

'Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.'

Dari ayat ini mungkin kita sudah tahu bahwa tidak mungkin kita untuk hidup bebas dari dosa, jadi apa yang ayat ini coba untuk sampaikan?

Kata kerja yang digunakan di ayat ini merupakan bentuk linear tense, bentuk waktu yang menunjukkan tindakan yang terus-menerus atau berulang-ulang. Jadi terjemahannya dapat diartikan begini 

"Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak terus menerus melakukan dosa; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat meneruskan kebiasaan berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah."

Jadi dari sini kita dapat ketahui anak-anak Allah yang sejati tidak akan terus menerus melakukan dosa, karena pada dasarnya ada sisa-sisa di dalam diri kita semua. Tetapi benih Allah tetap tinggal di dalam diri kita, sehingga hati kita merindukan hal-hal yang kudus, dan sifat-sifat lama dan hawa nafsunya, meskipun ada, tidak menguasai diri kita lagi. Seperti yang Paulus katakan

"Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa" (Roma 6:14)

Jadi apakah artinya seorang Kristen sejati tidak pernah berbuat dosa? Tidak. Seorang Kristen sejati pun bisa jatuh dalam dosa, hanya saja ia tidak akan tinggal dalam dosa itu secara terus-menerus.

Layak seekor domba yang kadang-kadang bisa jatuh ke dalam kubungan lumpur, kalau mereka jatuh mereka akan segera, secepat mungkin bangkit kembali, dan tidak akan merasa puas sebelum mereka bisa semua lumpur itu dari bulu-bulu mereka yang putih. 

Itulah yang membedakan antara orang beriman yang sejati dengan orang yang mengaku percaya saja.  

Allah ingin mencabut akar dosa dari kehidupan kita semua, supaya kita semua dapat menikmati sukacita yang sejati, bukan sukacita yang ditawarkan dunia dengan banyak kesenangan dalam dosa, tetapi Ia ingin mengajarkan kepada kita semua kebenaran, karena sukacita sejati hanya bisa ditemukan di dalam kehidupan yang penuh ketaatan kepada-Nya. Sukacita yang menantikan kita di Sorga adalah sukacita karena semua dosa kita dihapuskan, sukacita karena kita dijadikan kudus selama-lamanya.


By : Judah Pramana


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait