Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

MUJIZAT YANG TERTUNDA

Yefron Rumapea - 11 Oktober 2021
Total Dilihat : 101
Bagikan :

DELAYED MIRACLES (MUJIZAT YANG TERTUNDA)

Setiap orang yang berpergian dengan pesawat terbang pastilah benci dengan kata yang satu ini “Delay“ karena jika itu terjadi maka semua rencana kita bisa tertunda bahkan berubah. Bagaimanakah jika pertolongan Tuhan yang sangat kita butuhkan saat ini juga mengalami “Delay“ ??

Ilustrasi :
Ada seseorang datang kepada dokter, mengeluhkan bahwa seluruh tubuhnya dari kepala sampai ke kaki terasa sakit. Dokter terkejut dengan keluhan pasien nya ini (karena bisa saja sakit Fatal), kemudian bertanyalah  dokter ini pada pasien nya,”bagaimana sakitnya?”, kemudian pasien nya menunjukkan ke dokter,“ kalau saya sentuh kening , Ouuuucchhh !! sakit, kalau saya sentuh leher saya, Uwaaaa sakit ! Kalau saya sentuh perut saya Aduuuuuhh, sakit banget !! Lalu dokter dengan nada kesal berkata pada pasien tersebut,” Bapak, itu bukan badan bapak yang sakit, itu jari Bapak yang keseleo ! “
Seringkali kita seperti  pasien di atas, waktu ada masalah yang kita hadapi alih-alih berdiam diri dan berdoa ,malahan kita langsung panik, seakan-akan dunia runtuh. Gak sedikit kemudian ada yang menyalahkan Tuhan, atau beranggapan Tuhan tidak peduli ,padahal mungkin saja kita yang kurang sabar menunggu waktunya Tuhan.

Mari belajar dari Firman Tuhan :Yohanes 11:1-6
11:1 Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
11:2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.
11:3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."
11:4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
11:5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
11:6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;

Delay
Lazarus, Maria dan juga Marta adalah kakak beradik yang sangat di kasihi oleh Tuhan Yesus. Jika kita baca dalam Firman Tuhan maka kita temukan bahwa keluarga ini sangat dekat dan karib dengan Tuhan Yesus. Maria pernah meminyaki dan kemudian menyeka kaki Yesus dengan rambutnya, Marta saudari nya Maria, adalah orang yang selalu menjamu Yesus ketika Yesus datang berkunjung. Tuhan Yesus memang sangat mengasihi keluarga ini(Yoh 11: 5), tapi kenapa Yesus sengaja menunda untuk datang (Yohanes 11:6) ?? 
Ayat ke-5 dan ayat ke-6 terlihat sebagai sebuah kontradiksi, karena jika seseorang yang sangat kita kasihi sedang membutuhkan bantuan dari kita, pastilah kita tidak menunda- nunda untuk langsung datang membantu. Tetapi kali ini Tuhan Yesus sengaja melakukan “Delay” 
Saya pernah merasakan hal yang seperti ini, pertolongan Tuhan yang menurut saya sangat saya butuhkan saat ini , tetapi tidak kunjung juga Tuhan berikan. Padahal saya sudah berdoa, sudah berpuasa dan sudah memohon bahkan menangis di hadapan Tuhan, tetapi seakan-akan Tuhan tidak bergeming.

Jika Saudara-saudara sekalian pernah mengalami seperti yang saya alami, Menunggu-nunggu mujizat yang sudah sangat lama mengalami “Delay”, maka saya katakan, ada 3 hal yang salah yang harus kita perbaiki :

1. Sering kali kita memaksa Tuhan untuk mengikuti waktu dan rancangan kita.
Dalam (Yesaya 55:8-9) dikatakan, “ Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”
Seberapa penting dan hebatnya hal yang kita rancangkan, tetap saja rancangan Tuhan adalah yang terbaik, karena Tuhanlah yang paling mengenal dan paling mengerti apa yang kita butuhkan. Jadi daripada kita terus memaksa dan menuntut Tuhan , lebih baik kita diam dan bersabar, mengikuti indahnya jalan dan rancangan Tuhan bagi kita.

2. Terkadang kita merasa bahwa kita tahu kapasitas Tuhan
Jika melanjutkan cerita di dalam Yohanes 11 tadi, maka kita pasti mendapatkan kenyataan bahwa Lazarus akhirnya Meninggal juga.
Yohanes 11:21 ; Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
Kita sebagai pembaca tentulah sudah mengetahui bahwa nantinya Lazarus akan dibangkitkan dari kematian, tetapi Kedua kakak beradik ini tidak tahu. Mereka percaya dan yakin betul kalau Yesus sanggup menyembuhkan apapun penyakit yang ada pada saudara mereka, mereka percaya dengan keajaiban yang di lakukan oleh Yesus, tetapi Maria dan Marta merasa bahwa kematian adalah akhir. Yang mereka tidak tahu adalah bahwa Tuhan Yesus bukan sekedar dokter yang bisa menyembuhkan, tetapi lebih dari itu Dia juga berkuasa atas maut. 

Jangan mencoba mengukur apa yang bisa Tuhan lakukan dan apa yang tidak.
Seperti Maria dan Marta yang sudah putus asa akan saudaranya yang sudah mati, kita juga sering putus asa akan keadaan kita saat ini. Mungkin kita berkata bahwa semua sudah terlambat, tanpa kita ketahui dengan berkata demikian kita secara tidak langsung sedang membatasi kapasitas Tuhan. Sekali lagi saya katakan, lebih baik kita diam dan bersabar, mengikuti indahnya jalan dan rancangan Tuhan bagi kita.

3. Kita sering lupa bahwa Tuhan sangat mengasihi kita
Mari kita perhatikan ayat dibawah ini :
Yohanes
11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?"Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
11:35 Maka menangislah Yesus.

Pada ayat di atas, Yesus menangis bukan karena Lazarus mati, karena untuk apa menangisi kematian orang yang akan Dia bangkitkan juga pada akhirnya?
Tetapi Yesus menangis karena tersentuh hatinya ketika melihat Maria menangis. Bersyukur kita punya Allah dan Tuhan yang tidak hanya memandang saja dari surga, Allah kita Dia mengerti apa yang kita rasakan Dia memahami kesedihan kita. Di dalam Roma 8:37-39, dikatakan ; ”Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.“

Tuhan sangat mengasihi saudara dan saya, dan kasih-Nya membuat kita semua lebih dari pemenang. Jika kita memiliki Tuhan yang telah merancangkan segala yang baik dalam hidup kita, juga yang kuasa-Nya tidak dapat di ukur dan yang paling penting Ia juga sangat mengasihi kita, kenapa kita masih khawatir untuk mujizat yang saat ini tertunda?
Percayalah, mujizat yang Tuhan sediakan bagi kita pada waktu-Nya yang indah, jauh lebih besar dari yang kita pikirkan, bayangkan dan doakan. Jadi, marilah kita berdiam diri dan bersabar mengikuti indahnya jalan dan rancangan Tuhan bagi kita.
Tuhan Yesus memberkati.


Komentar
Berikan Komentar
Oleh Interpretasi Hulu 12 Oktober 2021
Sengat Memberkati Terimakasih renungannya
Berita Terkait