Shalom kekasih dalam Tuhan ...
Sekitar beberapa tahun lalu, saya pernah mengikuti acara natal bersama teman-teman. Disana saya dan teman-teman yang hadir diinstruksikan untuk mengisi satu kertas yang mana bagian atas adalah nama dan ada 2 kolom di bagian bawah yang berisi hal positif dan hal negatif dari nama yang tertera di kertas. Setelah mengisikan nama, orang yang selanjutnya menerima kertas saya akan mengisi kolom hal positif dan negatif tentang saya dan sampai pada akhirnya kertas itu kembali lagi kepada saya. Memang tujuannya buat seru-seruan aja tapi saya agak terkejut karena di kolom negatif kertas ada tulisan dan tertulis satu kata yaitu "BOROS"
Siapa sangka, berkat tulisan di kolom negatif tersebut saya mengalami perubahan yang luar biasa dalam hidup saya. Setelah hari itu, saya mulai introspeksi diri dan memotivasi diri saya untuk lebih bijaksana dalam mengelola keuangan saya. Puji Tuhan jika hari ini saya dalam keadaan berkecukupan itu karena respon saya yang benar terhadap saran seorang teman.
Dalam cerita Alkitab kita dapat meneladani Musa. Musa adalah seorang yang begitu terbuka dalam menerima nasihat dari orang lain. Di dalam Kitab Keluaran 18 : 1- 27 diceritakan Musa yang waktu itu memimpin bangsa Israel, mengalami kesulitan saat melayani bangsa Israel yang begitu banyak. Yitro, mertuanya, ternyata memperhatikan Musa. Yitro memberikan koreksi sekaligus nasihat atas kerja Musa. Kata Yitro, “Tidak baik jika kamu melakukannya seorang diri, pekerjaan ini terlalu berat untuk diselesaikan. Delegasikanlah pekerjaanmu ini kepada orang yang dapat dipercaya.” Dan Firman Tuhan mencatat di dalam Keluaran 18:24 (FAYH) "Musa mendengar nasihat mertuanya dan menerima saran-saran itu".
Dalam menjalani hidup ini, kita perlu belajar mendengar nasihat atau saran dari orang lain. Terlebih nasihat dari keluarga dan saudara seiman yang mengenal dan mengasihi kita. Jangan cepat marah dan naik darah ketika seorang teman memberikan nasehat kepada kita.
Amsal 27:5 (FAYH) "Tegoran secara terang-terangan lebih baik daripada kasih yang tersembunyi". Tuhan memakai hidup mereka untuk menegur, menasihati hal-hal keliru yang kita lakukan tanpa kita sadari. Karena teguran, nasihat atau saran sesungguhnya dapat dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki diri agar menjadi semakin baik.
Mari kita sama-sama belajar meresponi dengan baik setiap nasihat dan saran yang ditujukan kepada kita. Percayalah, jika kita mau belajar melakukannya, maka pekerjaan, pelayanan, keluarga atau usaha yang Anda tekuni pasti akan semakin baik dan luar biasa.
Amsal 19:20 (FAYH) "Terimalah nasihat supaya engkau menjadi bijaksana sepanjang sisa hidupmu".
Tuhan Yesus Memberkati, Amin...
By : Sherly Magdalena