Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

MENGENAL SAHABAT YANG TULUS

Interpretasi Hulu - 08 Desember 2022
Total Dilihat : 82
Bagikan :

Amsal 17:17 (TB)  Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Di zaman sekarang yang sukar, tidak mudah menemukan sahabat yang benar-benar tulus. Jarang kita bertemu dengan orang yang mengaku sahabat tetapi sebenarnya perilakunya penuh kepalsuan. Dia memang berlaku seperti sahabat ketika diri kita baik & menguntungkannya, tetapi di saat kita terpuruk & jatuh, ia mengecam & meninggalkan kita. Seperti inikah tipikal seorang sahabat yg tulus mengasihi?

Jika kita ingin meneladani sosok seorang sahabat yang benar-benar tulus mengasihi kita, Dia adalah Yesus Kristus. Ketulusan persahabatanNya ditunjukkanNya bahwa Ia menerima diri kita apa adanya, tanpa syarat, tak memandang fisik, harta / kedudukan kita. Selayaknya sebuah bintang, meski Ia tidak terlihat, namun Ia selalu ada di dekat kita. Sebagai sahabat, Ia selalu menjaga kepercayaan dan tidak pernah mempermalukan kita didepan umum. Saat kita salah, Ia langsung menegur kita, bukan membicarakannya di belakang kita. Saat kita terpuruk dalam kejatuhan, Ia tetap setia mendampingi & mendorong diri kita untuk bangkit. Dan ketulusan terbesarnya adalah Ia memberikan nyawaNya utk menanggung kesalahan kita.

Yesus tak hanya meminta kita menjadi sahabat yang tulus mengasihi sesama, tetapi Ia telah meneladankan diri-Nya. Apakah kita sudah menjadi sosok sahabat yang tulus mengasihi? Mungkin kita bisa menjadi sosok yang tulus mengasihi ketika keadaan baik, tetapi bagaimana ketika semua berubah tidak baik? Ketika apa yang kita lihat tampak mengecewakan? Saat menyaksikan seseorang jatuh, apakah kita tetap menemaninya, menolong,menguatkan imannya dan mengangkatnya. Justru sebaliknya mengecam, menghinakan menghakimi kesalahannya lalu meninggalkannya?

Sahabat palsu yang pura-pura akrab sewaktu kita jaya, tapi waktu susah semua meninggalkan kita, tetapi ada sahabat sejati yg lebih erat dari pada saudara kandung yang selalu memberi semangat, menghibur & menguatkan imannya diwaktu lemah.{Amsal 18:24 (BIMK)  Ada sahabat yang tidak setia, ada pula yang lebih akrab dari saudara.}

Ketulusan persahabatan baru teruji saat kita dalam keterpurukan bukan dalam kelimpahan.(inspirasi renungan Ada satu sobatku)
Tuhan Memberkati....

By : Hendry Kamsari


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait