Mengasihi adalah perintah yang paling familiar didengar dalam
kehidupan Kristen. Kita sering mendengar kata ini dari kotbah-kotbah ataupun
sharing, bahkan dalam alkitabpun kita sering sekali menemukan kata mengasihi. Mengasihi
sendiri erat kaitannya dengan kehidupan kekristenan karena perintah ini adalah
perintah yang ada sedari perjanjian lama sudah ada dan sampai sampai perjanjian
baru pun tetap dibahas.
Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi bukan hanya kepada yang baik kepada kita tapi Dia juga mengajarkan kita untuk mengasihi “MUSUH” kita,
atau bisa di sebut kita harus mengasihi mereka yang tidak berbuat baik kepada
kita. Kita mungkin berfikir “Tuhan kenapa kami harus menghabiskan energi kami
hanya untuk orang-orang yang gak ada manfaatnya buat kami?”, mungkin Sebagian kita
juga merasa cukup berbuat baik saja dengan siapa yang berbuat baik kepada kita
dan jangan cari masalah kepada orang yang tidak berbuat baik kepada kita. Kalau kita berfikir seperti ini maka apa bedanya kita dengan dunia ini? Bukankah
orang-orang yang belum mengenal Yesus juga berbuat seperti ini? Justru karena
kita anak-anak Allah maka kita harus berbeda dari dunia ini. Dunia mengajarkan
untuk membenci musuh tetapi Yesus mengajarkan kita untuk MENGASIHI dan MENDOAKAN
musuh kita, dan ini lah yang membuat kita berbeda dengan dunia ini.
Hal mengasihi memang tidak mudah apalagi harus mengasihi
musuh. Kalo kita memakai logika atau otak dan kemampuan kita sendiri, maka hal
itu sangatlah mustahil kita lakukan. Tapi mengasihi orang yang tidak mengasihi
kita serta berdoa buat dia, itu akan jadi mungkin kalau kita meminta Yesus yang
memampukan dan memperbaharui akal budi kita. Kita mengasihi mereka bukan karena
kita hebat, tapi kita mengasihi mereka karena kita tau Yesus lebih dahulu
mengasihi aku dan mereka, jadi aku tidak ada hak untuk membenci mereka
ataupun berkata yang buruk tentang mereka. Hal ini bisa kita lakukan pun kalau
kita benar-benar sudah di pulihkan dari cara pola pikir kita yang lama. Bukan
hanya pola pikir tapi tindakan kita juga sudah di ubahkan Tuhan, dengan kata
lain kita bisa sampai di titik mengasihi musuh kita Ketika sudah berproses
dengan Tuhan dimana hati dan pola pikir kita di rubah seutuhnya dan mengerti
kenapa kita harus melakukannya. Kalau kita sudah diubahkan, maka mengasihi ini
bukan lagi sebuah tindakan yang susah melainkan sudah jadi gaya hidup karena
kita tau kita tidak punya hak untuk membenci mereka.
Jadi sebelum belajar mengasihi, kita mintak dulu Tuhan untuk
ubah hati dan pola pikir kita. Supaya Ketika kita di proses ini kita sudah
siap untuk mengasihi mereka tanpa "TAPI". 😊 GBU
By : Dessy Ndruru