Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

LOVE IS NOT JEALOUS

Interpretasi Hulu - 11 Februari 2022
Total Dilihat : 95
Bagikan :

Yakobus 3:16 TB. Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Iri hati dalam kamus Merriam-Webster didefinisikan sebagai kesadaran yang menyakitkan atau penuh kebencian terhadap keuntungan yang dinikmati oleh orang lain yang digabungkan dengan keinginan untuk memiliki keuntungan yang sama.

Kata Yunani untuk iri hati berarti dipenuhi dengan semangat, berasal dari kata yang berarti menjadi panas atau mendidih. Iri hati bisa membuat kita menjadi panas ketika kita berpikir bahwa kita pantas mendapatkan apa yang orang lain miliki.

Sebagai orang percaya, terkadang kita menyepelekan iri hati. Kita pikir iri hati sangat mudah untuk dirahasiakan, dan karenanya kita menganggap iri hati tidak sama berbahayanya dengan dosa-dosa lainnya dan tidak akan menyakiti siapapun.

Pada kenyataannya, iri hati bersifat merusak, dan menghasilkan dosa lainnya, seperti yang tertulis dalam Yakobus 3:16. Kakak-kakak Yusuf digerakkan rasa iri hati sehingga mereka menjual adik mereka sebagai budak, dan pastinya ini bukanlah tindakan kasih. Kasih tidak iri hati. 

Kasih tidak bergantung pada keinginan untuk mendapatkan keuntungan dan kepuasan, karena kepuasan kita sebagai anak-anak Tuhan terletak pada Kristus. Tuhan mengasihi kita lebih dari yang bisa kita pahami. Kita memiliki kekayaan kasih karunia Tuhan yang berlimpah. Pemahaman akan hal ini seharusnya memberikan kita keamanan secara emosional sehingga kita dapat bersukacita dengan tulus bagi orang-orang di sekitar kita.

Karena kasih, kita bisa merayakan keberuntungan orang lain dan tersenyum ketika seseorang berhasil. Karena kasih, kita tidak iri hati terhadap mereka yang diberkati Tuhan secara limpah. Jika kita merasa tidak puas hari ini, lihatlah kembali semua yang kita miliki di dalam Kristus. Bersyukurlah kepada Tuhan bahwa kita memiliki akses ke tahta kasih karunia, bahwa Roh Tuhan hidup di dalam diri kita, bahwa Tuhan tidak lagi mengingat dosa-dosa kita, bahwa kita adalah anak Tuhan selamanya.

Dapatkah kita memikirkan sesuatu di dunia ini yang lebih memuaskan dari pada semuanya itu? Biarlah kasih Tuhan yang kita alami menghapuskan semua rasa iri hati yang bersemayam di hati kita.

God Bless Us ....


By : Niko Ng


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait