Pikullah kuk yang Kupasang
dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan
mendapat ketenangan. Matius 11:29
Nats ini diberi judul “Ajakan Juruselamat”. Pada ayat 29 ini terdapat sebuah
kata yang seakan-akan sangat berat, yaitu kata “KUK”. Padanan kata untuk KUK
dalam Kamus Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai BEBAN, dan seringkali disandingkan
dengan contoh yang digunakan kerbau saat membajak sawah.
KUK dalam arti lain juga diterjemahkan
sebagai tanggungan yang harus dipikul/tanggung jawab. Satu kenyataan yang ada, KUK
tidak pernah dipasang melebihi kekuatan si penanggung KUK. Di ayat ini
dijelaskan bahwa Tuhan Yesuslah yang memasangkan KUK itu kepada setiap kita.
Jenis KUK (tanggung jawab, masalah, beban) setiap kita bisa jadi sama atau
berbeda, tetapi semuanya berada dalam batas kemampuan kita.
1. 1. Apakah mungkin kita merasa seakan tidak mampu
atau menyerah? Sangat mungkin.
2. 2. Apakah yang harus kita lakukan?
Maaf, kita
belajar seperti kerbau pembajak sawah, Ketika sudah letih, ia berhenti,
beristirahat, menambah tenaga. kita bisa ambil cara berhenti ( menenangkan
diri) untuk berteduh diwaktu saat teduh, menambah tenaga (baca firman Tuhan
sebagai makanan roh kita)
3. 3. Bagaimana cara menyelesaikan KUK itu?
Ayat 29b,
kita harus belajar kepada Tuhan Yesus. Saat kita jujur dan membuka hati kita
untuk mau belajar kepada Tuhan, Dia akan mengajarinya dengan lemah lembut dan
rendah hati! Dan kita akan mendapati jiwa yang penuh ketenangan.
Kesimpulannya : KUK yang kita alami,
bukanlah sebuah kutuk atau bencana, melainkan itu sebuah kehormatan yang
diberikan oleh Tuhan kepada setiap kita. Saat kita setia memikul KUK itu, maka ada
berkat yang Tuhan sediakan.
Tuhan Yesus Memberkati....
By : Friend Algunawan Harefa