Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Kuat Bukan Karena Mampu

Interpretasi Hulu - 25 Januari 2022
Total Dilihat : 67
Bagikan :

"Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit."

Markus 12:42

Secara umum, literasi keuangan didefinisikan sebagai pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai lembaga keuangan formal, produk, dan jasa keuangan. Termasuk di dalamnya adalah manfaat, fitur, risiko biaya, kewajiban, dan hak dari suatu produk dan jasa keuangan.
Kita harus memahami dengan baik hal tersebut, agar keuangan kita kuat dan tidak mengalami kerugian. Tentu, bagi dunia, keuangan yang kuat adalah ketika manusia memiliki uang dalam jumlah banyak dan berkelimpahan. Namun, apakah demikian juga pandangan Alkitab tentang keuangan yang kuat?

Kitab Markus 12:41-44 menunjukkan kepada kita, bagaimana Alkitab memandang keuangan yang kuat dari seseorang yang disebut sebagai janda miskin. Secara duni­a, ia disebut janda miskin karena ketidakmampuannya dalam hal keuangan, dimana ia hanya memiliki sedikit uang untuk bertahan hidup. Namun, meski menurut ukuran dunia ia disebut miskin dan memberikan persembahan dengan jumlah uang sedikit, Tuhan justru mengatakan bahwa ia memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan persembahan uang ke dalam peti persembahan.

Tuhan memandang seseorang kuat dalam keuangannya bukan dari banyaknya jumlah uang yang mampu ia berikan dalam persembahan, namun ketika ia sanggup memberikan semua yang ada pada dirinya untuk Tuhan. Tuhan melihat apa yang dilakukan janda ini adalah suatu hal yang baik, karena hal itu menunjukkan bahwa ia menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Ia begitu mengasihi dan percaya kepada Tuhan, sehingga rela memberikan segala apa yang dimilikinya untuk Tuhan. Hatinya tidak melekat kepada harta yang dimilikinya, namun fokus pada keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Tuhan, melalui segala apa yang dimilikinya. Dari hal tersebut kita dapat belajar, bahwa kekuatan keuangan kita bukan dilihat dari besarnya kemampuan keuangan kita, namun dari apakah kita mau mempercayakan kehidupan kita sepenuhnya kepada Tuhan dan mempersembahkan apa yang kita miliki hanya untuk kemuliaan nama.

Tuhan. Amin.

 


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait