Kendalikan Pikiranmu!
Percaya
atau tidak, kehidupan kita akan terus bergerak menuju arah yang pikiran kita
ciptakan. Artinya, apa yang kita pikirkan bisa membentuk siapa kita.
Filipi 4:8-9
(8) Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang
benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis,
semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (9) Dan
apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah
kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah
sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.
Ada 3 hal yang bisa kita jadikan acuan di
dalam ayat ini, yaitu pikiran, tindakan, dan akibat. Ketika kita memikirkan
sesuatu, kemudian pikiran itu akan membawa kita ke dalam tindakan, dan akibat
dari tindakan itu bisa kita rasakan setelahnya. Banyak masalah yang terjadi di
dalam kehidupan kita, seperti depresi, kecemasan, kecanduan, dan lain
sebagainya, hal itu pasti berakar pada pola pikir atau pemikiran kita yang
negatif. Bagaimana cara mengobatinya? Kendalikanlah pikiranmu!
Selama ini, kita selalu fokus untuk
mendeklarasikan perubahan, memodifikasi perilaku kita, tapi kita sering lupa
untuk mencari akar masalahnya. Contohnya, kita mendeklarasikan mulai bulan
depan akan mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga setiap hari. Tapi
nyatanya itu tidak berjalan dengan baik. Karena apa? Kita selalu berpikir, “Ah
masih ada hari besok”, atau “Ah hari ini engga dulu lah, capek.” Yang kemudian
pemikiran ini menggagalkan rencana awal kita.
Deklarasi itu perlu. Namun sebelum
mendeklarasikan sesuatu, jangan lupa untuk melibatkan komitmen untuk
mengendalikan dan melibatkan pikiran kita, serta mengatur ulang prinsip yang
kita miliki. Sehingga deklarasi yang kita buat bukan hanya sekedar ucapan saja,
namun diikuti dengan tindakan yang sesuai. Ketika pikiran kita dipenuhi dengan
hal-hal yang positif dan baik, maka baik pula kehidupan kita. Ketika kita
memikirkan Firman Tuhan dan menjalankannya, maka semakin serupa kita dengan
Kristus.
Coba renungkan kembali, apakah kita semua
bahagia dan merasa cocok dengan arah yang dibawa oleh pikiran kita saat ini?
Jika tidak, maka sudah waktunya untuk kita mengubah pemikiran kita, supaya
Tuhan bisa mengubah kehidupan kita.
By : Felicia Amanda Lase