Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

KEMERDEKAAN

Yefron Rumapea - 18 Oktober 2021
Total Dilihat : 158
Bagikan :

KEMERDEKAAN

Yohanes 8:30-36

            30Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 31Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku  kamu benar-benar adalah murid-Ku 32dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu  ." 33Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham  dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" 34Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa , adalah hamba dosa.  35Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 36Jadi apabila Anak itu memerdekakan  kamu, kamupun benar-benar merdeka."

            Sebagai orang yang percaya kepada Allah kita tahu bahwa kita adalah orang yang merdeka. Merdeka yang di maksud adalah dimana kita tidak lagi terikat dengan namanya dosa yang dapat membuat kita binasa. Kemerdekaan yang kita alami sepenuhnya karena Tuhan dengan kasihNya memberikan anakNya bagi kita sebagai tebusan ganti dosa kita, bukan karena perjuangan kita.

            Status kita sebagai orang berdosa tidak akan dapat membuat kita merdeka, oleh sebab itu Yesus mengosongkan diriNya menjadi manusia, bahkan menjadi hamba dan memberikan hidupnya bagi kita sebagai tebusan mati di kayu salib sebagai ganti dosa kita (Filipi 2:5-8)

            Jika kita lihat dalam kitab Yohanes 8:30-36 begitu sangat penting kemerdekaan itu kita alami, dan kemerdekaan itu bukan sesuatu yang bisa kita dapat dengan usaha kita, tapi semata karena kasih oleh pemberiaan Allah.

            Konteks kitab Yohanes 8;30-36 berbicara mengenai kemerdekaan, setelah Yesus memperkenalkan diriNya kepada banyak orang yang telah meragukan Yesus, karena mujizat yang di lakukan, dan bahkan Yesus mengatakan diriNya bukan berasal dari dunia ini tapi dari sorga. Mendengarkan perkataan Yesus banyak orang percaya dan takjub (ayat 30) Tapi banyak juga orang yang tidak percaya, sehingga mereka mencari kesalahan Yesus, supaya Yesus di hukum.

            Dalam percakapan kepada orang banyak itu Yesus memberikan perihal penting kepada mereka supaya mereka mengalami kemerdekaa:

1.         Menjadi Murid Kristus (ayat 31)

              Bagaimana supaya dapat menjadi murid Kristus? Dikatakan bahwa harus hidup dalam Firman Allah. Hidup dalam firman berarti kita harus selalu hidup berdampingan dengan Firman Tuhan dalam segala hal, dan perilaku hidup kita harus sesuai dengan Firman Allah. Firman Allah harus di atas dari setiap keinginan daging kita. Menjadi murid bukan perkara yang gampang, dibutuhkan suatu pengorbanan dan penundukan diri yang sungguh-sungguh. Karena sering kali kita harus menyangkal keinginan daging kita dan menuruti kehendak Tuhan.

2.         Mengerti Kebenaran Firman Allah (ayat 32)

              Kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran berdasarkan Firman Allah bukan perkataan manusia. Jika kita memahami kebenaran Firman Allah, maka kita akan mengerti apa kehendak Allah bagi kita untuk kita lakukan sebagai orang-orang percaya yang telah menerima kemerdekaan dari Allah. Orang yang telah mengalami kemerdekaan harus memiliki kedewasaan iman, sehingga tidak menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk kemunafikan yang menyesatkan banyak orang (1 Petrus 2:16) Tapi untuk menjadi berkat dan menjadi saksi bagi banyak orang yang memberitakan injil kabar baik tentang Kristus kepada semua orang.

3.         Kemerdekaan Yang Sejati

              Setelah kita menjadi murid Kristus yang mengerti kebenaran Firman Allah dengan baik dan benar, maka kita akan memiliki keyakinan yang teguh bahwa kita adalah orang-orang yang sungguh-sungguh telah merdeka di dalam Kristus. Sebab kita tahu bahwa Kristus yang menjanjikan kemerdekaan itu telah merdeka dan mengangkat kita menjadi anakNya, bukan lagi hanya sekedar hamba. Tetapi kita adalah anak yang tinggal di dalam rumah bersama-sama dengan Kristus.

              Kemerdekaan yang sejati harus memimpin hidup kita kepada kedewasaan rohani yang mengerti maksud dan tujuan Allah dalam hidup kita. Bukan lagi hidup dalam bayang-bayangan dosa masa lalu. Kita harus menjadi orang percaya yang teguh dan setia dalam pengharapan kita kepada Allah dan mari kita terus mendeklarasikan kemerdekaan kita di dalam Kristus Yesus yang memberikan kemenangan bagi kita.

 

Tuhan Yesus Memberkati.


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait