Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Kekecewaan Karena Yang Dilihat

Interpretasi Hulu - 22 Desember 2021
Total Dilihat : 141
Bagikan :

K


ita mungkin pernah merasa kecewa pada keadaan atau kepada manusia, tetapi apakah kita juga pernah merasa kecewa pada Tuhan?


Hari ini mari kita belajar pada salah satu cerita tentang itu.
Pada tahun 1921 ada pasangan misionaris bernama David dan Svea Flood yang melayani Tuhan di ladang misi di Afrika, sekarang daerah Zaire.


Singkat cerita mereka mengalami kesulitan dan penolakan dari suku setempat. Beberapa tahun melayani mereka hanya berhasil melayani seorang anak kecil di daerah itu. Anak pertama mereka yang berusia 3 tahun terserang malaria dan sang istri, Svea yang tengah mengandung anak kedua mereka juga terserang malaria dan meninggal tak lama setelah melahirkan.
Setelah sang istri meninggal, David Flood mengalami kekecewaan yang mendalam pada Tuhan dan kembali ke Swedia, meninggalkan anak perempuannya, Aina, yang baru lahir kepada pasangan misionaris lain di sana.


Berpuluh tahun kemudian sang anak mencari tahu tentang orangtua kandungnya. Dalam perjalanan ke London, dia dan sang suami melihat ada pertemuan penginjil dan mendengarkan seorang pengkhotbah dari Zaire yang mengatakan bahwa Tuhan sedang melakukan perkara besar di Zaire. Pengkhotbah itu ternyata adalah anak kecil yang dilayani oleh orangtuanya di Zaire. Ia tumbuh menjadi seorang penginjil yang melayani bangsanya. Saat itu sudah ada 110,000 orang Kristen di Zaire, 32 pos penginjilan, beberapa sekolah penginjilan dan sebuah Rumah Sakit.


Aina ( juga dipanggil Aggie) dan sang suami melanjutkan perjalanan dan akhirnya bertemu dengan ayahnya dalam sebuah rumah yang penuh bau alkohol di Swedia. Ayahnya yang berumur 73 tahun menderita diabetes, stroke dan katarak duduk di tepi ranjang. Aggie memeluk ayahnya dan berkata bahwa dialah anaknya yang ditinggalkan di Afrika. Mereka berdua menangis, sang ayah mengatakan bahwa dia tidak bermaksud membuangnya. Aggie menjawab bahwa dia tidak apa-apa karena Tuhan menjaganya. Seketika wajah ayahnya berubah, dia mengatakan bahwa Tuhan tidak menjaga mereka, melainkan membuang dan meninggalkan mereka dulu di Afrika tanpa hasil.
Aggie akhirnya menceritakan tentang penginjil dari Zaire yang ditemui di London dan bagaimana Tuhan bekerja di Zaire melalui tangan anak kecil yang mereka layani dahulu. Akhirnya Roh Kudus menjamah hati ayahnya, dan mengangkat kekecewaannya pada Tuhan. Tak lama setelah itu ayahnya meninggal dalam damai.


Kadang apa yang kita lihat dan percayai adalah bagian kecil dari rencana Tuhan yang begitu besar, siapakah kita sehingga mengetahui isi hati Tuhan. Mungkin Tuhan sedang bekerja melalui kekecewaan kita. Apa yang kita tabur untuk Tuhan, jika kita melihat sepertinya sia - sia dan tidak ada hasilnya, jangan kecewa pada Tuhan karena apa yang terlihat. Tuhan tidak berhenti mengerjakan apa yang tidak terlihat dan Dia tahu kapan waktu terbaik untuk menuai buah dari benih - benih itu.
“ Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”(Yohanes 12:24)

“ Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak - sorai.“
(Mazmur 126:5)


By : Lo Rika Rosandy


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait