Salom,
Hari
ini kita belajar tentang perkataan Tuhan Yesus yang sering kita temui disekitar
kita yaitu “Garam”.
”Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar,
dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak
orang. Matius 5:13
Garam
menjadi sesuatu yang menarik dan penting bagi orang percaya karena Tuhan Yesus yang
mengatakannya. Sebagai orang yang percaya, kita harus memperhatikan dan
menganggap penting setiap kata demi kata yang keluar dari mulut Tuhan Yesus. Termasuk
Ketika Tuhan berbicara tentang “Garam”.
Yang harus
kita sadari dari ayat diatas bahwa setiap kita orang percaya adalah garam
dunia. Identitas kita itu adalah garam dunia dan yang mengatakannya sendiri
adalah Tuhan Yesus. Karena itu saya tidak akan bahas bagaimana orang kristen
menjadi garam atau cara menjadi garam dunia? Karena kita memang garam dunia disaat kita percaya kepada-Nya. Yang akan kita bahas dalam kesempatan ini adalah mengapa garam
menjadi tawar?
Bila kita perhatikan baik-baik ayat dalam Matius 5:13, didalamnya ada:
PERNYATAAN : Kita adalah garam dunia
PERINGATAN
: Jika garam itu menjadi
tawar (Jangan menjadi tawar)
PERTANYAAN
: Dengan apa ia diasinkan?
JAWABAN : Tidak ada lagi gunanya. Dibuang dan
diinjak orang.
Bila
ada peringatan dalam perkataan Tuhan Yesus, maka itu yang harus menjadi prioritas
utama kita supaya kita tidak menerima hukuman yang mengerikan. Sesuatu yang sangat
mengerikan dan menakutkan bila Tuhan berkata; “tidak ada gunanya lagi”. Itu artinya
garam yang menjadi tawar sudah terlampau rusak dan susah memulihkannya lagi
selain dibuang dan diinjak orang. bahkan di dalam Lukas 14:35 dikatakan bahwa : "Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja." Dalam hal ini Tuhan memperingatkan kita agar
kita tidak menjadi garam yang gagal dalam fungsinya.
MENGAPA
GARAM MENJADI TAWAR?
Yang
pertama, garam menjadi tawar merupakan sesuatu yang sulit terjadi. Namun hal
ini bisa terjadi apabila garam itu tercemar akibat kurangnya pengawasan.
Melihat hal ini, kita harus melakukan penjagaan extra supaya kerohanian kita
tidak tercemar sehingga kita tidak kehilangan identitas.
Yang kedua, dalam bahasa
Yunani, kata tawar diambil dari kata moraino yang juga berarti bertindak bodoh, menjadi
bodoh. Saya menemukan bahwa kata moraino ini juga digunakan oleh Paulus dalam Roma 1:22 “Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh
hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.”
Ada banyak hal yang Paulus peringatkan jemaat di Roma agar tidak melakukan tindakan
yang bodoh. Untuk
lengkapnya kita baca dari Roma 1:21-32.
Dari Roma 1:21-32 di atas kita bisa melihat hal-hal
apa saja yang bisa membuat kita sebagai garam menjadi tawar.
Tetapi Sebagai orang
Kristen jangan kita kehilangan kualitas-kualitas yang esensial kita. Tampaknya
seperti garam, tetapi sudah kehilangan rasa asinnya. Tampaknya seorang Kristen
namun sesama disekitar kita rusak dan tersandung serta tidak ada rasa haus dan
lapar lagi akan Tuhan akibat karena dampak gagalnya orang percaya hidup sebagai garam dunia. God Bless
By : Inter Hulu