Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Kamu Adalah Garam Dunia

Interpretasi Hulu - 25 Juli 2022
Total Dilihat : 195
Bagikan :

Salom,

Hari ini kita belajar tentang perkataan Tuhan Yesus yang sering kita temui disekitar kita yaitu “Garam”.

”Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Matius 5:13 

Garam menjadi sesuatu yang menarik dan penting bagi orang percaya karena Tuhan Yesus yang mengatakannya. Sebagai orang yang percaya, kita harus memperhatikan dan menganggap penting setiap kata demi kata yang keluar dari mulut Tuhan Yesus. Termasuk Ketika Tuhan berbicara tentang “Garam”.

Yang harus kita sadari dari ayat diatas bahwa setiap kita orang percaya adalah garam dunia. Identitas kita itu adalah garam dunia dan yang mengatakannya sendiri adalah Tuhan Yesus. Karena itu saya tidak akan bahas bagaimana orang kristen menjadi garam atau cara menjadi garam dunia? Karena kita memang garam dunia disaat kita percaya kepada-Nya. Yang akan kita bahas dalam kesempatan ini adalah mengapa garam menjadi tawar?

Bila kita perhatikan baik-baik ayat dalam Matius 5:13, didalamnya ada:

PERNYATAAN       : Kita adalah garam dunia

PERINGATAN       : Jika garam itu menjadi tawar (Jangan menjadi tawar)

PERTANYAAN      : Dengan apa ia diasinkan?

JAWABAN           : Tidak ada lagi gunanya. Dibuang dan diinjak orang.

Bila ada peringatan dalam perkataan Tuhan Yesus, maka itu yang harus menjadi prioritas utama kita supaya kita tidak menerima hukuman yang mengerikan. Sesuatu yang sangat mengerikan dan menakutkan bila Tuhan berkata; “tidak ada gunanya lagi”. Itu artinya garam yang menjadi tawar sudah terlampau rusak dan susah memulihkannya lagi selain dibuang dan diinjak orang. bahkan di dalam Lukas 14:35 dikatakan bahwa : "Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja." Dalam hal ini Tuhan memperingatkan kita agar kita tidak menjadi garam yang gagal dalam fungsinya.

MENGAPA GARAM MENJADI TAWAR?

Yang pertama, garam menjadi tawar merupakan sesuatu yang sulit terjadi. Namun hal ini bisa terjadi apabila garam itu tercemar akibat kurangnya pengawasan. Melihat hal ini, kita harus melakukan penjagaan extra supaya kerohanian kita tidak tercemar sehingga kita tidak kehilangan identitas.

Yang kedua, dalam bahasa Yunani, kata tawar diambil dari kata moraino yang juga berarti bertindak bodoh, menjadi bodoh. Saya menemukan bahwa kata moraino ini juga digunakan oleh Paulus dalam Roma 1:22 “Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.” Ada banyak hal yang Paulus peringatkan jemaat di Roma agar tidak melakukan tindakan yang bodoh. Untuk lengkapnya kita baca dari Roma 1:21-32.

Dari Roma 1:21-32 di atas kita bisa melihat hal-hal apa saja yang bisa membuat kita sebagai garam menjadi tawar.

  • mengenal Allah, tetapi tidak memuliakan Dia sebagai Allah,
  • menggantikan kemuliaan Allah dengan hal-hal yang fana,
  • mencemarkan tubuh dengan seks yang tidak pantas,
  • kelaliman,
  • kejahatan,
  • keserakahan,
  • kebusukan,
  • dengki,
  • perselisihan,
  • tipu muslihat,
  • kefasikan,
  • pengumpat,
  • pemfitnah,
  • pembenci Allah,
  • kurang ajar,
  • congkak,
  • sombong,
  • pandai dalam kejahatan,
  • tidak taat kepada orang tua,
  • tidak berakal,
  • tidak setia,
  • tidak penyayang,
  • tidak mengenal belas kasihan.

Tetapi Sebagai orang Kristen jangan kita kehilangan kualitas-kualitas yang esensial kita. Tampaknya seperti garam, tetapi sudah kehilangan rasa asinnya. Tampaknya seorang Kristen namun sesama disekitar kita rusak dan tersandung serta tidak ada rasa haus dan lapar lagi akan Tuhan akibat karena dampak gagalnya orang percaya hidup sebagai garam dunia. God Bless


By : Inter Hulu


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait