Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Iri hati Merenggut Sukacitamu

Interpretasi Hulu - 22 Maret 2022
Total Dilihat : 86
Bagikan :

Kejadian 4:1-12

Amsal 14:30 ;“Hati yang tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati membusukkan tulang.”

Ketika dunia sudah jatuh dalam dosa, kita pasti mengalami yang namanya dukacita atas dosa-dosa kita. Namun dari mana semua dosa-dosa itu timbul? Dosa timbul dari dalam hati kita. Meskipun kita mengalami situasi yang baik-baik saja, dosa bisa saja menggerogoti kita tanpa sadar. Dan dosa yang paling sering kita alami adalah kecenderungan iri hati, maka melalui renungan kali ini saya ingin berbagi pergumulan tentang melawan dosa iri hati & saling mengingatkan antara satu sama lain melalui renungan ini.

Mari kita membaca sejenak tentang kisah Kain & Habel : Kain dan Habel sedang mempersembahkan korban. Ketika mereka selesai melakukannya, korban Habel diterima Allah & korban Kain tidak (Alkitab tidak menjelaskan sebabnya, tapi yang pasti Alkitab mencatat bahwa Kain panas hatinya). Kain pun iri kepada adiknya, tidak bersukacita ketika orang lain lebih baik darinya. Ini pasti sering kita rasakan ya? Lalu kita lihat, apa yang Tuhan firmankan pada Kain? Kain harus berkuasa atas dosa yang sudah mengintip di ambang pintu hatinya. Namun sangat disayangkan, Kain memilih untuk melampiaskan iri hati dan panas hatinya sehingga akhirnya dosa iri hati itu berakhir dengan pembunuhan Habel. Allah tahu bahwa manusia sudah jatuh dalam dosa, namun Kain tidak mengindahkan peringatan Allah dan lebih memilih melampiaskan iri hatinya.

Iri hati sering terjadi ketika kita tidak bisa mencapai atau tidak bisa memiliki apa yang orang lain capai/miliki. Iri hati hanya membuat kita terlihat lemah dan sikap yang menunjukkan bahwa kita tidak bisa lebih baik untuk mencapai segala sesuatu. Hal ini juga sering sekali terjadi dalam dunia pelayanan kita kepada Tuhan. Iri hati dalam pelayanan adalah hal yang tidak perlu, apalagi ketika seseorang memiliki jabatan tinggi dalam pelayanan. Itu semua hanya membuat hati kita menjadi kepahitan terhadap sesama, dan kita tidak lagi melakukan pelayanan dengan hati yang sukacita oleh karena perkara iri hati tersebut. Ketika iri hati muncul, bagaimana seharusnya kita bersikap? Kita ingat peringatan Allah pada Kain. Jangan menuruti iri hatimu. Minta pertolongan Allah untuk menguasai HATI KITA dan percaya bahwa Allah sudah memberikan berkat pada tiap—tiap kita dengan sangat adil dan sesuai kebutuhan kita. Belajar bersedih ketika orang lain bersedih dan belajar bersukacita ketika orang lain bersukacita.

 

“Jangan beri ruang bagi iri hati untuk tinggal dalam kamu, ia hanya bisa merusak & merenggut sukacita kehidupanmu. Ada banyak hal yang selalu bisa kita syukuri dalam hidup, sebab Tuhan selalu memberi berkat anugerah yang terbaik bagi setiap kita.”

Amin. Tuhan Yesus memberkati.

By : Evelyn Halim



Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait