Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

IMPLEMENTASI KASIH DALAM KEHIDUPAN ORANG PERCAYA

Yefron Rumapea - 04 November 2022
Total Dilihat : 84
Bagikan :

IMPLEMENTASI KASIH DALAM KEHIDUPAN ORANG PERCAYA

 

Keluaran 50:15-21 “15 Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya." 16 Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: "Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan:17 Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu." Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya. 18 Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu." 19 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? 20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. 21 Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

 

Yusuf adalah salah satu anak kesayangan dari Yakub. Dari semua saudara-saudara Yusuf, dia yang paling disayang oleh ayahnya, yang mengakibatkan kecemburuan terhadap saudar-saudaranya yang lain. Hidup yang sangat tidak nyaman ketika dibayang-bayangin dengan rasa cemburu oleh saudara sendiri atau ada persaingan diantara saudara-saudara sendiri. Hal ini lah yang di alami oleh Yusuf, sampai Yusuf mendapat suatu perlakukan yang kejam dari saudaranya sendiri.

 

Kerap kita tidak mengerti bahwa sesuatu yang tidak masuk akal yang kita alami, ternyata Tuhan punya maksud dan tujuan yang sangat mulia, akan tetapi kita harus tetap berada dalam kebenaran dan melakukan segala sesuatu sesuai dengan ketetapan Allah.

 

Mengapa Allah melakukan keadaan itu terjadi kepada Yusuf? Pada ayat 20 di jelaskan bahwa Allah punya tujuan yang mulia untuk memelihara kehidupan suatu bangsa.

 

Dari peristiwa Yusuf ada hal menarik yang kita pelajari adalah, bagaiman menerapkan kasih dalam setiap kondisi kehidupan kita. Kasih adalah kata sifat dan ini merupakan suatu gambaran dari Allah itu sendiri yang melekat dalam diri Allah. Sifat kasih yang di tunjukkan Yusuf kepada saudara-saudaranya merupakan kasih yang Allah juga inginkan supaya kita terapkan dalam kehidupan kita. Kita bisa melihat bagaimana Yesus menegaskan betapa pentingnya kasih yang dimaksudkan oleh Allah, ketika Dia merampung 10 hukum taurat kedalam 2 hukum yang sifatnya kasih Allah kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Dan Allah melalui Yusuf telah menerapkan kasih yang tanpa syarat, dengan cara mengasihi saudar-saudarnya walaupun punya latar belakang yang jahat terhadap Yusuf.

 

“Implementasi kasih adalah bukti iman, bahwa kita percaya kita mengasihi bukan karena sesuatu apa yang kita terima melainkan karena kita taat kepada perintah Allah”.

 


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait