Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Iman Yang Tahan Api

Interpretasi Hulu - 17 Desember 2021
Total Dilihat : 72
Bagikan :

Efesus 4:13-15

Begitu mudah bagi kita untuk berkata bahwa Tuhan itu baik ketika semuanya dalam keadaan baik dan sesuai dengan harapan kita, tetapi apakah mudah untuk kita mengatakan Tuhan itu baik saat kita dihadapkan dengan kenyataan: doa-doa kita belum dijawab, sekarang ini kita sedang menghadapi pergumulan, dan apa yang kita peroleh saat ini tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, dan lain-lain.

Banyak orang percaya tidak menyadari kebaikan Tuhan ditengah badai kehidupannya. Mereka hanya menyadarinya ketika Tuhan melakukan mujizat. Mereka tidak pernah menyadari mujizat bukan hanya jawaban doa saja, tetapi pemeliharaan dan proses pembentukan Tuhan dalam kehidupan mereka adalah mujizat bagi kita. Kadang kala iman percaya kita harus dibuktikan, dan pembuktian itu bukan dengan kenyamanan tetapi dengan 'masalah'.

Tetapi yang menjadi permasalahannya adalah:  saat badai/masalah itu datang di dalam hidup kita; kita justru berusaha menyelesaikan dengan "cara dan waktu kita" tanpa menyertakan Tuhan, sehingga kita sering merasa tertekan dan berakhir dalam kekecewaan.

Coba kita perhatikan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka ini tidak akan menjadi 'kesaksian' jika mereka tidak pernah di jebloskan ke dalam api (Daniel 3:1-27). Justru dengan dijebloskan ke dalam apilah yang membuat nama Tuhan semakin ditinggikan melalui kehidupan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Bagaimana kuasa Allah bisa dinyatakan jika tanpa adanya 'kesaksian', dan bagaimana orang akan melihat iman yang berdiri atas dasar kemustahilan jika kita menolak pembentukan Allah atas diri kita melalui 'masalah'. Semuanya itu hanya bisa dilalui jika kita menyatu dengan Allah dan mengenal Dia dengan benar. Tanpa pengenalan yang benar tentang Dia, kita pasti akan merasa diperlakukan 'tidak adil'.

Oleh sebab itu kejarlah pengenalan akan Dia dengan benar, niscaya iman kita akan menjadi iman yang tahan uji dan tahan api. Amin.


By : Fanny August Ginting


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait