Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Ia Sanggup Menolong

Interpretasi Hulu - 09 November 2021
Total Dilihat : 86
Bagikan :

Mazmur Daud.

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

(Mazmur 23:31 TB)

 

Setiap manusia pasti memiliki kekhawatiran setiap harinya, dan kekhawatiran manusia itu pasti berbeda-beda. Tetapi, kita sebagai umat pilihan-Nya harus tahu, bahwa ada satu Pribadi yang selalu membantu kita, dan siap berperang untuk kita. Pribadi tersebut ialah Kristus.

Kekhawatiran banyak menimbulkan emosi-emosi negatif dalam kehidupan kita, contohnya seperti ketakutan, kecemasan yang berlebihan, bahkan hingga depresi. Kita sama-sama tahu bahwa emosi negatif seperti ini akan menghancurkan diri kita sendiri.

Untuk mengatasi emosi-emosi negatif tersebut, kita harus memiliki pengharapan yang hanya kita gantungkan kepada-Nya. Dia, sebagai Pribadi yang selalu beserta kita, bahkan mengundang kita untuk mengizinkan dia menuntun kita melewati segala sesuatu yang terjadi. Tuhan menjanjikan sebuah kelegaan, jika kita menggantungkan harapan kita kepada-Nya.

(Matius 11:28) Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Tuhan sangat mengerti akan apa yang kita alami, bahkan berpuluh-puluh bahkan ratusan bagian dalam Alkitab berbicara langsung mengenai kekhawatiran, ketakutan, dan kecemasan. Mengapa demikian? Karena Firman Tuhan itu baru setiap hari, dan memahami betul apa yang dirasakan manusia.

(Mazmur 23:4 TB) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku."

Dalam Mazmur Daud tersebut, ia menggantungkan diri kepada Tuhan, ia mengizinkan Tuhan untuk membimbingnya, dan membantunya dalam melewati tempat yang gelap. Ketika ia berada di posisi bahaya, ia percaya kepada Gembalanya.

Demikian pula seharusnya kita sebagai umat-Nya. Mungkin keadaan yang sedang kita alami saat ini sulit untuk di deskripsikan dengan kata-kata, namun percayalah, Tuhan sangat mengerti isi hati kita. Mari, untuk itu kita menerima dan mengambil tawaran yang sudah Ia berikan kepada kita, yaitu mengizinkan dia berperang melawan segala kekhawatiran dalam hidup kita. Biarkan Ia menuntun kita melewati lembah-lembah kelam yang saat ini menghantui hidup kita. Mari berseru dengan lantang kepada-Nya, bahwa kita sangat membutuhkan-Nya. Jujurlah kepada-Nya tentang kekhawatiran kita selama ini.

Mungkin secara jasmani kita tidak tahu bagaimana cara Tuhan bekerja, namun percaya dalam Iman, bahwa Ia sanggup dan akan selalu sanggup.

Tuhan Yesus memberkati.


By : Felicia Amanda Lase


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait