“Akulah pokok anggur dan
kamulah ranting-rantingnya. Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam
dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa,
Barang siapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang keluar seperti ranting dan
menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakan dalam api lalu
dibakar.” ( Yohanes 15 : 5
– 6 )
Dengan menceritakan
perumpamaan tentang pokok anggur dan cabang-cabangnya, Tuhan Yesus memberitahukan
kepada kita bahwa sangat penting untuk membangun hubungan dengan Tuhan. Tuhan
Yesus mengumpamakan kita sebagai cabang dengan diri-Nya sebagai pokok anggur.
Hubungan kita dengan Tuhan Yesus seperti hubungan antara cabang dan pokok
anggur. Ketika cabang anggur meninggalkan atau terlepas dari pokok anggur,
cabang tersebut akan kehilangan persediaan akhirnya layu lalu mati.
Ada begitu banyak kesulitan
dalam hidup kita yang tanpa kita sadari telah menghabiskan waktu kita terhubung
dengan Tuhan. Karena begitu besarnya tekanan kehidupan kita, ada yang melakukan
tindakan yang menyimpang jauh dari Tuhan, sibuk mengurus urusan dunia, kenikmatan
dunia akibatnya kita kehilangan pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan kita.
Inilah perumpaan cabang yang meninggalkan pokok anggur karena hidup
yang kita jalani tanpa pimpinan Roh Kudus.
Agar kita menjadi cabang
yang menghasilkan buah yang banyak, kita harus terhubung dengan pokok anggur itu
sendiri yaitu Tuhan Yesus dan memiliki hubungan yang benar dengan-Nya, dengan
demikian barulah kita dapat disirami dan diberi makan oleh Roh Kudus dan
menghasilkan buah kehidupan dalam pimpinan Roh Kudus itu sendiri.
Saya membagikan beberapa
poin bagaimana caranya kita tetap terhubung dengan Tuhan,yaitu :
1. Disiplin membaca
Firmnan-Nya dan bertekun dalam doa .
Jika kita disiplin mempersembahkan satu atau dua jam setiap hari
memberikan makan manusia rohani kita dengan benar, kehidupan kita akan
diperkaya hikmat dan hati kita akan terasa terang dan jernih. Hati kita akan kembali
menjadi milik Tuhan, Roh kita semakin lama akan menjadi kuat dan kita akan
mampu menjalani proses hidup dalam pimpinan Roh Kudus
2. Kita sepenuhnya harus
percaya kepada Tuhan.
3. Menyerahkan hidup kita
dalam rancangan dan rencana Tuhan dan menikmati setiap proses-Nya.
Demikian renungan Firman Tuhan ini
saya bagikan, Penulis punya pengalaman pribadi dengan Firman Tuhan ini,
sehingga menjadi salah satu ayat favorit penulis, Tuhan Yesus memberkati kita
semua, Amen....
By
: Melki Sapolenggu