Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

HIDUP DALAM KEJELASAN (Alive in Clarity)

Interpretasi Hulu - 27 September 2022
Total Dilihat : 198
Bagikan :

Shalom gereja Tuhan, tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki kuartal 4 dan yang terakhir di tahun 2022. Cepat sekali ya waktu berlalu tanpa kita sadari. Saya merasa baru saja saya pulang ke Padang di bulan Maret tahun ini, eh sekarang sudah mau masuk ke bulan Oktober. Nah, memasuki 3 bulan terakhir di tahun ini, saya mau menanyakan 2 hal kepada kita semua: 

  1. Bagaimana kabar kita semua yang sebenarnya? (How are you REALLY doing?)
    Sering kali dan mungkin karena sudah terbiasa juga, ketika kita ditanyakan di ibadah minggu atau pas ketemu di iCare, kamu gimana kabarnya? Jawabannya biasanya baik. Pertanyaan saya, apakah memang benar-benar baik kabarnya? Apakah kita orang yang hari-hari ini memang orang yang hidup (alive), atau ternyata kita terkatung-katung dan hampir tergeletak memasuki sisa akhir tahun ini. Gereja Tuhan, jangan sampai setiap minggu ini kita deklarasikan Alive in Clarity (Hidup dalam Kejelasan), tapi sekarang dalam keseharian kita pun kita hanya orang-orang yang hidup secara fisik, tapi dalam hal kerohanian, kesehatan mental dan jiwa kita, tingkat kesenangan (happiness) dan kedamaian hati kita seperti orang yang mati. Kalau kita sekarang tidak seperti orang yang hidup (alive), mari kita sama-sama datang lagi ke satu-satunya pribadi yang memberi sumber kehidupan itu, Tuhan Kita Yesus Kristus. 


Yesaya 40:28-31 berkata 28. 'Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. 29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, 31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.'


  1. Apakah kita jelas mengenai apa yang Tuhan sedang kerjakan dalam kehidupan kita atau hal-hal yang kita perlu serahkan sepenuhnya kepada Tuhan? (Are we clear on what God is doing in our life and the things that we need to fully surrender to Him?)
    Mungkin muncul pertanyaan tambahan, gimana cara nya kita tahu ya? 

    1. Kita hidup, bekerja dan melayani sekarang berjalan seperti rutinitas saja 

    2. Kita merasakan kosong atau tidak ada gereget lagi dalam kehidupan ini. Kita sudah lakukan berbagai macam hal untuk mengisi kekosongan tersebut, tapi sampai sekarang kita masih merasakan kekosongan tersebut

    3. Kita khawatir yang berlebihan mengenai berbagai macam hal dalam kehidupan ini (keluarga, kondisi anak, finansial, pekerjaan & usaha, dsb) yang membuat kita hilang fokus dari Bapa kita yang ada di Surga 



Coba kita sama-sama renungkan ayat-ayat berikut ini 

Amsal 3:5-6 berkata 5. 'Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 6. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. '

Sangat jelas di Amsal 3:5-6 untuk kita itu mengakui (berserah) kepada Tuhan dalam segala laku kita. Tidak hanya beberapa hal, tapi SEMUANYA. 


Terakhir, saya mau bagikan beberapa hal-hal yang saya sudah aplikasikan dan harapan saya 4R ini bisa membantu semua yang membaca renungan ini untuk lebih lagi Hidup Dalam Kejelasan (Alive in Clarity):

  1. Isi Lagi Cangkir Kehidupanmu (Restore yourself)
    Kalau sudah kosong dan capek, menepi dulu aja sementara dari hal-hal yang membebanimu. Contohnya, kalau kita terlibat di pelayanan, ambil saja break minimal satu bulan untuk kita bisa connect lagi dengan Tuhan dan kita bisa diisi kembali. Bayangkan kita sebagai secangkir gelas. Kita tidak bisa hidup dan melayani dari gelas yang kosong. Kita perlu diisi lagi pelan-pelan dan supaya kita bisa lebih punya waktu pribadi dengan Tuhan untuk bisa mendapatkan kejelasan dari Dia. 

  2. Istirahat (Rest)
    Pakai waktu dari #1 juga untuk istirahat secara fisik dan mental. Lakukan kembali hal-hal yang kita sukai yang mungkin selama ini kita tidak punya waktu untuk lakukan. 

  3. Lakukan Jurnal Pribadi (Realign yourself)
    Tuliskan secara harian/mingguan di jurnal yang kita punya tentang emosi apa yang kita rasakan, hal-hal apa yang menjadi beban buat kita, dan juga perencanaan kita kedepan. Aktivitas ini sangat membantu saya untuk bisa melampiaskan hal-hal yang sedang saya alami, rasakan, dan pelan-pelan juga membantu saya untuk memprioritaskan hal-hal yang saya perlu lakukan pada saat ini. 

  4. Sosialisasi dengan Teman-Teman Terdekatmu (Reconnect with closest friends)
    Terkadang ketika kita terlalu fokus dengan diri kita sendiri dan permasalahan kita, yang paling sering kita korbankan adalah waktu istirahat dan waktu dengan orang-orang terdekat kita. Ambil waktu ini untuk connect dan berbagi cerita lagi dengan teman-teman terdekatmu. Orang yang benar-benar peduli dengan kamu. Pastikan juga teman-teman kita ini adalah orang-orang yang membangun juga dan tidak membuat kita makin lelah/capek hati. “Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik” 


Saya mau tutup dengan pernyataan berikut. Terkadang kita terlalu sibuk mengontrol kehidupan kita sampai kita lupa dengan Allah yang punya kontrol akan dunia ini (Sometimes we’re too busy controlling our life until we forget the God who has the control over this world). Selamat memasuki kuartal 4 jemaat IFGF Padang, salam #AliveinClarity By : Victor Effendi


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait