Amsal 19: 11: "Akal budi membuat seseorang panjang sabar, dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran"
Dalam setiap kehidupan sehari-hari, kita diperhadapkan dengan banyak emosi. Marah, frustasi, putus asa adalah salah satunya. Terkadang kita merasa kecewa karena banyak rencana yang kita rancang tidak berhasil. Atau mungkin kita merasa marah saat seseorang berlaku kasar pada kita. Kita mungkin juga pernah hidup dalam ketidakpastian. Bisa dibilang kita tidak nyaman dengan keadaan-keadaan yang disebutkan tersebut. Kita mungkin tidak bisa mengontrol bagaimana keadaan kita, tapi setidaknya kita bisa mengendalikan reaksi kita terhadap masalah-masalah seperti itu.
Kita selalu diperhadapkan dengan pilihan. Baik atau buruk, dan pilihan itu di tangan kita. Bagaimana reaksi kita ketika seseorang melakukan kesalahan. Kita bisa memilih antara memaafkan atau membencinya. Sebagai orang percaya, kita seharusnya berjalan setiap hari dengan sikap positif, dengan penuh pengharapan dan berserah pada Tuhan. Kita harus menyadari bahwa tidak semua hal harus berjalan sesuai dengan rencana kita.
Kita diciptakan untuk hidup dalam damai sejahtera, yang berarti damai sejahtera itu adalah posisi kekuatan kita. Jika kita diperhadapkan dengan sebuah masalah, lalu memilih untuk marah atau frustasi, maka hidup kita tidak lagi merasakan damai. Sebaliknya, jika kita mengambil keputusan untuk memilih langkah yang baik, melepaskan segala amarah atau rasa tersinggung itu, maka kita bisa terus hidup dalam damai sejahtera dan kita dapat menikmati berkat yang Tuhan sediakan bagi kita. Sehingga kita pun menjadi berkat dimanapun kita berada.
Tuhan
Yesus Memberkati.
By : Ayu Mardiana Halawa