'Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya Tuhan ; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban? '
Keluaran 15:11
Beberapa waktu kebelakang ini, saya sering diingatkan dengan kata “KAGUM” dan “HORMAT” dalam renungan pribadi saya. Lalu setelah saya renungkan lagi, ada dua (2) pertanyaan yang muncul di benak saya dan saya mau ajak kita semua untuk sama-sama refleksikan dan doakan:
Apa sih artinya hidup dalam kekaguman dan kehormatan akan Tuhan buat saya?
Apakah hidup saya menunjukkan rasa kagum dan hormat akan Tuhan? Atau saya menghidupi keseharian saya biasa-biasa saja seperti rutinitas saja seperti maunya saya sendiri saja?
Arti hidup dalam kekaguman dan kehormatan akan Tuhan buat saya:
Mempunyai kerinduan yang dalam untuk bersekutu denganNya
Ketika kita punya rasa kagum dan hormat akan Tuhan, kita pasti punya kerinduan yang amat dalam untuk bersekutu secara pribadi dengan Dia. Waktu saat teduh untuk kita berdoa dan merenungkan FirmanNya bukanlah jadi sebuah kewajiban lagi, tapi jadi bagian dan cara hidup kita yang tidak bisa terpisahkan dari keseharian kita. Ketika waktu bersekutu kita dengan Tuhan rasanya kurang karena kesibukan, pasti ada satu rasa kejanggalan yang kita rasakan.
Tidak menyepelekan apa yang Tuhan percayakan kepada kita
Ketika kita kagum dan hormat akan Tuhan, cara pandang dan kerja kita terhadap semua hal yang Tuhan percayakan kepada kita; hidup, waktu, keluarga, pekerjaan, usaha, pelayanan, talenta, dsb seharusnya berubah juga. Kita tidak lagi melihat semuanya itu sebagai beban atau memilih-milih pekerjaan atau pelayanan yang Tuhan berikan dan percayakan kepada kita. Kita tidak akan lagi menyalahkan Tuhan atau orang lain kenapa satu dan lain hal bisa terjadi dalam hidup kita. Tetapi kita akan melihat semuanya sebagai suatu KESEMPATAN
KESEMPATAN untuk apa?
Untuk nama Tuhan lebih dipermulilkan lagi melalui hidup dan tingkah laku kita
Untuk kita bisa lebih berkembang dan diajar lagi oleh Tuhan untuk bisa tunduk dan percaya akan porsi yang Tuhan sedang berikan kepada kita
Menyadari betul penyertaan Tuhan dalam hidup kita
Kita sadar betul kalau hari ini kita masih bisa baca renungan ini dan masih diberikan nafas kehidupan, semuanya itu hanya karena kasih karunia dan penyertaan Tuhan yang sempurna dalam hidup kita. Kita sadar betul kalau Tuhan menyertai kita DULU, maka Tuhan juga akan menyertai kita SEKARANG, dan KEDEPANNYA.
Hidup ini bukan untuk kita saja (Lebih baik memberi daripada menerima)
Hidup ini terlalu membosankan dan tidak ada artinya kalau fokus kita hanya di diri kita sendiri saja. Ketika kita tau semua hal yang terjadi dalam hidup kita yang sudah dan akan kita lalui tidak lepas dari campur tangan Tuhan, maka kita juga ingin orang lain bisa merasakan berkat yang luar biasa yang kita sudah kecap dan lihat dari Tuhan.
Ini artinya kita bisa memberikan waktu, tenaga, pemikiran, dan sampai batas tertentu, uang kita untuk orang-orang disekitar kita supaya mereka bisa merasakan kasih dan penyertaan Tuhan yang kita sudah nikmati dalam kehidupan mereka juga
“Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” (Kisah Para Rasul 20:35)
Berani bayar harga
Ketika kita punya rasa hormat kepada Tuhan, kita akan sadar bahwa mengikuti Tuhan itu seringkali tidak sama dengan comfort (kenyamanan). Mungkin kalau mau cari yang nyaman dan enak, Tuhan bukanlah pribadi yang tepat untuk diikuti.
'Kata-Nya kepada mereka semua: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. ' (Lukas 9:23-24)
Mungkin hari-hari ini kita sudah merasa terlalu nyaman dengan iman kita.Tetapi hidup bersama Tuhan itu secara realita seharusnya ga selalu mengenakkan, karena kita sering kali harus menanggalkan keinginan daging kita, supaya karya Tuhan bisa termanifestasikan lagi lebih nyata dalam hidup kita. Kitab Kisah Para Rasul yang sedang kita bahas secara jelas mendeskripsikan bahwa pengikut-pengikut Tuhan itu banyak yang dipersekusi, difitnah, bahkan sampai dibunuh. Apa yang terjadi dengan kita ketika suatu saat Tuhan izinkan hal-hal seperti ini terjadi dalam hidup kita?
Apakah hidup kita menunjukkan rasa kagum dan hormat akan Tuhan? Atau kita menghidupi keseharian kita biasa-biasa saja seperti rutinitas saja seperti maunya kita sendiri saja? Saya pun masih berproses untuk bisa menghidupi poin-poin yang saya bahas di atas. Tapi yang sadari juga adalah selain kasih karunia Tuhan yang memampukan kita untuk hidup dalam rasa kagum dan hormat akan Tuhan ini, kita pun sebagai pengikut Kristus punya andil masing-masing untuk mengambil keputusan setiap harinya hidup seperti apa yang ingin kita hidupi? Hidup seperti apa yang ingin kita jalani hari ini dan kedepannya sebagai orang percaya? Tuhan berkati dan sertai kita semuanya.
God Bless
By : Victor Effendi