Hati yang gembira adalah obat
Amsal 17:22
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Pernahkah saudara merasa terluka atas perkataan atau tindakan orang terhadap kita? Terkadang orang yang kita temui di sekolah, di tempat kerja, di gereja maupun di sosmed tidak sengaja menyinggung dan menyakiti perasaan kita. Sehingga hati kita merasa terluka dan tidak menerima hal tersebut. Setiap kali bertemu dengan orangnya, wajah menjadi cemberut, nada bicara menjadi ketus tidak bisa memberi rasa hormat. Sebelum dapat tidur nyenyak, pikiran kembali memikirkan rasa luka yang dialami. Segala sesuatu yang kita kerjakan menjadi tidak karuan, kita tidak bisa menikmati hidup.
Saat hati terluka, maka ekspresi yang keluar juga akan selalu terpengaruh, tetapi saat hati damai, penuh ucapan syukur dan tidak ada luka, maka semua yang ditampilan juga akan selalu menyenangkan. Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat (Amsal 15:13). Intinya, hati adalah barometer dari reaksi atau ekspresi seseorang.
Bagaimana supaya kita dapat memiliki hati yang gembira? Caranya adalah harus belajar mengucap syukur dalam segala hal. Uang yang banyak tidak menjamin orang bahagia dan otomatis membuat orang dapat bersyukur, hati yang dapat bersyukur dalam segala hal adalah rahasia utama dapat menikmati hidup.
Marilah kita menjaga hati kita tetap terpaut kepada-Nya, maka Dia akan membuat kita tetap tersenyum dan bersyukur dalam segala situasi dan kondisi! Sebab hati yang gembira adalah obat.