Mazmur 90: 10 , 12
(10) Masa hidup kami
tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya
adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang
lenyap.
(12) Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian hingga
kami beroleh hati yang bijaksana.
Ayat
ini menunjukkan pada kita bahwa hidup manusia itu sangat singkat dan sebagian
besarnya diisi oleh kesukaran dan penderitaan. Jika kita renungkan lagi ke
belakang, dunia bukannya semakin membaik namun makin banyak tantangan dan
kesulitan yang dihadapi ditengah situasi pandemi covid 19
Kurang
dari 2 bulan lagi kita akan mengakhiri tahun 2021 ini, saatnya kita duduk diam
dan merefleksikan kembali apa yang sudah kita lakukan sepanjang tahun ini. Kita
diajar untuk menghitung hari – hari ( yang udah kita lewati) supaya kita
beroleh hati yang bijaksana.
Apa
itu hati yang bijaksana?
Hati
yang bijaksana adalah hati yang selalu bersyukur kepada Tuhan atas setiap
berkat dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita, namun tidak hanya itu, ia juga
mampu menerima setiap tantangan dan cobaan yang Tuhan berikan, sehingga kita
tidak bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan.
Ayub
adalah salah satu contoh pribadi yang memiliki hati bijaksana, ketika dia
mendapatkan berbagai musibah, tidak ada satu keluhan pun yang keluar dari
mulutnya , di Ayub 2:10 tertulis Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti
perempuan gila! Apakah kita mau menerima
yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk 1 ? o " Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan
bibirnya.
Mari
kita belajar menjadi pribadi yang memiliki hati yang bijaksana, supaya hidup
kita berkenan di hadapan Tuhan dan menjadi berkat buat sesama. Tuhan Yesus memberkati!
By
: Johan Darmadi