Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Hak Istimewa

Yefron Rumapea - 02 Desember 2021
Total Dilihat : 84
Bagikan :

HAK ISTIMEWA

Ibrani 10:22-23


22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

Manusia merupakan ciptaan Allah yang paling istimewa dari segala ciptaan yang ada. Dalam kitab kejadin 1 disana di jelaskan bahwa keistimewaan yang pertama adalah, dari segala ciptaan hanya manusia yang di ciptakan menurut gambar dan rupa Allah sendiri. Kedua, dari segala ciptaan manusia diberikan kuasa untuk mengelola ciptaan yang ada. Ketiga, manusia mendapat hak istimewa berkomunikasi dengan Allah.

Betapa indah ketika Allah menganugerahkan keistimewaan itu kepada manusia, sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Dan karena dosa itu juga keistimewaan yang dari Allah mulai retak. Manusia yang berdosa tidak akan pernah bisa bertemu dengan Allah yang begitu kudus. Fenomena ini yang membuat manusia hidup seolah terpisah dari Allah (walaupun kita tahu bahwa Allah tetap mengasihi manusia, sebagai ciptaan Nya yang istimewa) hubungan itu mulai retak, dan tidak ada satu orang pun yang mampu bertemu dengan Allah, kecuali orang yang benar-benar di pilih Allah sendiri, seperti yang kita ketahui dalam perjanjian Lama, yang boleh bertemu dengan Allah adalah imam dan nabi yang ditentukan Allah sendiri.

Hanya satu pribadi yang mampu memperbaiki hubungan yang retak antara Allah dengan manusia yaitu Yesus itu sendiri. Dalam kitab Ibrani pasal 10 dijelaskan mengenai bayangan dari keselamatan sampai korban keselamatan yang sempurna. Ada perbedaan yang sangat signifikan yang dijelaskan mengenai keselamatan sebelum Kristus dan setelah Kristus lahir di dunia. Bahwa koban dalam Perjanjian Lama bukanlah korban abadi atasi dosa manusia sekali untuk selamanya. Dan korban keselamatan dalam Perjanjian Lama adalah bayangan yang akan digenapi dalam Perjanjian Baru (masa Kristus dari lahir sampai disalibkan dan bangkit). Dan hal itu digenapi, korban pendamaian yang abadi sekali untuk selamanya, memberikan hidup Nya sepenuhnya untuk menggantikan dosa setiap manusia, supaya kita beroleh pendamaian dengan Allah dan hubungan yang istimewa itu dipulihkan.

Jemaat IFGF Padang yang terkasih dalam Kristus Yesus kita adalah umat pilihan Allah dan setiap kita adalah istimewa di hadapan Allah. Ada beberapa hal yang harus kita sikapi sebagai orang-orang yang menerima hak istimewa dari Allah, antara lain:

1.    Menghadap Allah harus dengan hati yang tulus

2.    Menghadap Allah harus dengan iman yang teguh

3.    Menghadap Allah harus dengan hidup yang kudus “kudus” yang berarti hidup yang di khususkan hanya untuk Allah.

“Iman yang benar akan memimpin kita kepada sikap hidup yang benar ketika kita menghadap Allah.”

Tuhan Yesus Memberkati.

By: Yefron Rumapea 


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait