HAK
ISTIMEWA
Ibrani
10:22-23
22
Karena
itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus
ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah
dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh
dengan air yang murni. 23
Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang
pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
Manusia merupakan
ciptaan Allah yang paling istimewa dari segala ciptaan yang ada. Dalam kitab
kejadin 1 disana di jelaskan bahwa keistimewaan yang pertama adalah, dari
segala ciptaan hanya manusia yang di ciptakan menurut gambar dan rupa Allah
sendiri. Kedua, dari segala ciptaan manusia diberikan kuasa untuk mengelola
ciptaan yang ada. Ketiga, manusia mendapat hak istimewa berkomunikasi dengan
Allah.
Betapa indah ketika
Allah menganugerahkan keistimewaan itu kepada manusia, sebelum manusia jatuh ke
dalam dosa. Dan karena dosa itu juga keistimewaan yang dari Allah mulai retak.
Manusia yang berdosa tidak akan pernah bisa bertemu dengan Allah yang begitu
kudus. Fenomena ini yang membuat manusia hidup seolah terpisah dari Allah
(walaupun kita tahu bahwa Allah tetap mengasihi manusia, sebagai ciptaan Nya
yang istimewa) hubungan itu mulai retak, dan tidak ada satu orang pun yang
mampu bertemu dengan Allah, kecuali orang yang benar-benar di pilih Allah
sendiri, seperti yang kita ketahui dalam perjanjian Lama, yang boleh bertemu
dengan Allah adalah imam dan nabi yang ditentukan Allah sendiri.
Hanya satu pribadi yang
mampu memperbaiki hubungan yang retak antara Allah dengan manusia yaitu Yesus
itu sendiri. Dalam kitab Ibrani pasal 10 dijelaskan mengenai bayangan dari
keselamatan sampai korban keselamatan yang sempurna. Ada perbedaan yang sangat
signifikan yang dijelaskan mengenai keselamatan sebelum Kristus dan setelah
Kristus lahir di dunia. Bahwa koban dalam Perjanjian Lama bukanlah korban abadi
atasi dosa manusia sekali untuk selamanya. Dan korban keselamatan dalam
Perjanjian Lama adalah bayangan yang akan digenapi dalam Perjanjian Baru (masa
Kristus dari lahir sampai disalibkan dan bangkit). Dan hal itu digenapi, korban
pendamaian yang abadi sekali untuk selamanya, memberikan hidup Nya sepenuhnya
untuk menggantikan dosa setiap manusia, supaya kita beroleh pendamaian dengan
Allah dan hubungan yang istimewa itu dipulihkan.
Jemaat
IFGF Padang yang terkasih dalam Kristus Yesus kita adalah umat pilihan Allah
dan setiap kita adalah istimewa di hadapan Allah. Ada beberapa hal yang harus
kita sikapi sebagai orang-orang yang menerima hak istimewa dari Allah, antara
lain:
1. Menghadap
Allah harus dengan hati yang tulus
2. Menghadap
Allah harus dengan iman yang teguh
3. Menghadap
Allah harus dengan hidup yang kudus “kudus”
yang berarti hidup yang di khususkan hanya untuk Allah.
“Iman yang benar akan memimpin kita
kepada sikap hidup yang benar ketika kita menghadap Allah.”
Tuhan
Yesus Memberkati.
By:
Yefron Rumapea