"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. -- Mat7:1—
Apakah pernah saat membaca Firman Tuhan kita
merasa bahwa firman itu sangat mengena untuk kita? Atau saat membaca justru
kita lebih banyak merasa Firman yang kita baca itu sangat cocok untuk si A atau
si B atau si C?
Saat firman datang pada kita pertama – tama
Tuhan mau berbicara pada kita lebih dahulu,bukan kepada orang lain. Biar
firman itu masuk dan merhema untuk kita, untuk mengubahkan kita, bukan untuk
menilai dan menghakimi orang lain.
Saat Yohanes Pembabtis melayani di jamannya,
dan bahkan saat Yesus dan murid – murid melakukan banyak mujizat di masa itu,
banyak orang – orang yang menjadi komentator, mencari – cari kesalahan dan apa
yang dianggap salah, padahal mereka tinggal menikmati hadirat Tuhan, menikmati
karya – karya Yesus dan menerima ajarannya saja, membiarkan Yesus mengubah
hidup mereka. Tetapi yang mereka lakukan adalah menghakimi, merasa ajaran Yesus
bukan untuk mereka. Mari kita tidak menjadi ahli – ahli Taurat dan orang Farisi
yang pandai berkomentar. Mari menjadi pelaku Firman dan diubahkan oleh firman.
Firman adalah untukku, untuk mengubahku lebih dahulu. Tuhan Memberkati.
15
Siapa bertelinga,
hendaklah ia mendengar!
16
Dengan apakah akan
Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan
berseru kepada teman-temannya:
17
Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak
menari,
kami menyanyikan
kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
18
Karena Yohanes datang,
ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
19
Kemudian Anak Manusia
datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap
dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah
dibenarkan oleh perbuatannya."
(Matius 1115-19)
By : Lorika Rosandy