Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia
sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan
meninggalkan engkau: Jangan takut dan janganlah patah hati.
Saudara/I yang terkasih,
Covid- 19 sangat berdambak bagi seluruh umat manusia. Ada banyak perubahan yang
terjadi, menggangu kenyamaan dan ke aman yang sudah kita nikmati selama ini.
Tak bisa di pungkiri kehilangan terus terjadi, yang tadinya sehat sekarang bisa
sakit hanya karena hirup udara tanpa masker. Banyak saudara/I kita yang pergi
meninggalkan kita. Dan banyak orang yang kehilangan pekerjaan, usaha bangkrut
bahkan siswa/I tak bisa lagi belajar tatap muka. Kondisi dan keadaan membuat kita takut dan tidak
jarang patah hati.
Dalam kondisi
ini kita sering mempertanyakan keberadaan Tuhan, atau menyalahkan Tuhan. Banyak
janji yang Tuhan sampaikan dalam Firman-Nya, dan rasanya bertolak belakang
dengan yang kita alami. Itu mungkin yang terbersik dalam pikiran. Salah satunya
di ulangan 31: 8.
Saat saya baca
ayat di atas, saya langsung komplen. Kalau Tuhan berjalan di depan saya,
harusnya covid -19 ini tidak ada sejak awal. Jika benar Dia Tuhan menyertai,
gak akan banyak orang yang kehilangan pekerjaan, kehilangan orang-orang yang
kita kasihi. Kalau benar Dia Tuhan Tidak meninggalkan kita, usaha yang dirintis
sejak lama gak akan gulung tikar. Itu hal yang terpikir sejenak, dari sudut
pandang saya yang melihat masalah. Ini hal-hal yang sering kita lakukan ketika
Firman di jadikan sebagai pemuas keinginan.
Tapi ketika saya renungkan kembali, terpikirkan sampai sekarang saya masih bisa bernafas. Masih bisa menyanyangi orang-orang yang ada di sekitar, masih bisa memulai usaha atau mencari pekerjaan. Kembali ku renungi Firman ini dengan beberapa point di bawah :
1. Dia berjalan di Depan saya, menerangi jalan yang akan saya Tempuh.
Hal yang mesti saya lakukan adalah mempersiapkan diri, karena dengan terang
yang Tuhan Kasih. Membuka mata dan pikiran saya dalam menempuh perjalanan yang
tidak mudah, tapi bisa saya lalui. Asal bersama Dia.
2. Dia menyertai ku. Dalam perjalanan hidup saya, pasti banyak yang
mengincar kehancuran, tapi dia tetap menyertai. Saat rasanya tak mampu dia
memegang erat dan menuntun saya, meskipun itu sering tidak saya sadari. Cara
kerja Tuhan berbeda dengan cara kerja saya.
3. Dia tidak akan membiarkan saya, dalam perjalanan banyak
keputusan-keputusan yang tidak tepat bahkan salah yang saya ambil, tapi dia
tidak pernah biarkan, Dia selalu cari cara untuk menemukan saya kembali,
secinta itu Tuhan ke saya.
4. Dia tidak akan
meninggalkan saya, saat rasanya saya sudah hancur dan tidak berharga lagi, Dia
Tidak meninggalkan saya, saat kembali memandang-Nya, Dia bentuk lagi, lebih dari
yang saya pikirkan dan impikan.
5. Dia adalah Pencipta, Penebus, Allah yang Hidup dalam hidup saya.
Poin 1-4 dilakukan seorang pribadi yang besar itu pada saya manusia yang di
ciptakan –Nya.
Saat ini yang
terpikirkan, ada kekuatan baru, harapan dan sukacita penuh dalam hatiku.
Janji-Nya yang di Ulangan 31: 8 akhirnya bisa ku nikmati.
Saat baca firman
dan berfikir semuanya hanya akan berlaku jika Firman itu menguntungkan dan
sesuai dengan keadaan kita saja. Itu hanya akan membuat kita lelah, karena
terus menuntut Tuhan, dan pada akhirnya kira gak bisa dapat apa-apa. Saya ingin
mengajak kita semua untuk belajar mengenal isi hati Tuhan.
Ketika Dia
berkata, "Aku menyertai engakau" bukan berarti perjalanan saya mulus dan tidak
ketemu tantangan, bila seperti itu bagaimana kita bisa belajar arti dari Penyertaan-Nya.
Dia menyertai, saat menurut saya sebagai manusia ini tak bisa saya lalui, tapi
yang saya alami Dia menuntun saya dalam menyelesaikannya. Akhirnya saya paham, bisa sampai di akhir karena
penyertaan-Nya bukan karena kekuatan saya. Dia sangat dapat ku andalkan.
GBU.
By : Arniat Christiani Telaumbanua