“Setiap kali aku mencoba berbicara dengan papa atau mama, yang aku terima hanya kemarahan dan kejengkelan. Mereka menganggap semua yang kulakukan itu salah, mereka tidak mengerti kenapa aku melakukan hal-hal seperti itu. Mereka selalu mengatakan kalau aku ini pemberontak dan tidak mau menaati mereka. Padahal kenyataannya, aku sendiri tidak mengerti apa yang mereka kehendaki. Terkadang aku hanya ingin didengar, dan sayangnya mereka tidak mau mendengarkan aku. Yang mendengarkan aku adalah teman-temanku yang kukenal melalui media sosial. Jadi salahkah aku ketika aku lebih memilih menghabiskan waktuku bersama gadgetku dan bukan dengan orangtuaku?” NN, 12 tahun, Jakarta
Ada begitu banyak kata-kata sejenis yang disampaikan oleh anak-anak yang merasa tidak bisa berkomunikasi dengan orangtua. Tanpa disadari ada jurang yang terlalu dalam yang memisahkan antara anak-anak dengan orangtua. Jurang ketidakpercayaan satu sama lain, jurang perbedaan zaman dan cara berbicara, jurang keegoisan, dan jurang ketidakmampuan untuk saling mendengarkan.
Sebagai orangtua kita selalu merasa kalau anak-anak harus mendengarkan dan menaati kita, tapi bukankah Firman Tuhan mengajarkan kita juga untuk lebih cepat mendengar dan lambat untuk berkata-kata?
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
(Yakobus 1:19 TB)
Tidak hanya anak-anak yang perlu mendengarkan kita sebagai orangtua, sebaliknya sebagai orangtua kita juga sangat perlu untuk mendengarkan mereka. Anak-anak adalah pribadi yang tidak berbeda dengan kita. Mereka memiliki perasaan, kemauan, pemikiran, dan emosinya sendiri. Mereka berhak mengemukakan apa yang ada dalam hati dan pikirannya serta didengarkan oleh orang-orang di sekitar mereka, khususnya oleh orangtua mereka.
Karena itu mari kita belajar untuk mendengarkan dari anak-anak kita, dan berikut adalah beberapa tips untuk mendengarkan mereka yang dapat kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari
Menjadi orangtua adalah proses pembelajaran seumur hidup, jadi tetaplah belajar dan tetaplah berusaha. Tidak pernah ada kata terlambat atau terlalu banyak untuk belajar. Sekecil atau sebesar apa pun usia anak-anak, mereka tetap ingin dan tetap perlu untuk didengarkan. Jangan sampai mereka memilih untuk berdiam diri di hadapan Anda dan membuka diri mereka kepada orang atau pihak lain yang belum tentu mengenal mereka sama seperti Anda mengenal mereka. Ayo belajar untuk mendengarkan mereka!
by IFGF Global