Kejadian 8:1
Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.
Dementia adalah nama dari sejenis penyakit otak yang berbahaya karena menyerang daya kerja dan fungsi otak. Hal ini menyebabkan otak mengalami penurunan dalam daya ingat, daya berpikir, dan juga mempengaruhi gaya hidup si penderita. Beberapa kejadian menyebabkan masalah emosional, kemampuan berbicara si penderita berkurang dan tidak memiliki motivasi lagi di dalam hidupnya. Ada beberapa jenis penyakit demensia, di antaranya adalah include vascular dementia, lewy body dementia, frontotemporal dementia, dan yang paling sering terjadi adalah alzheimer’s disease. Secara global, dementia mempengaruhi 36 juta manusia di dunia dari berbagai umur, dan menyebabkan kematian sebanyak 1,7 juta manusia pada tahun 2013. Gejala dari penyakit ini bervariasi. Biasanya gejalanya mempengaruhi daya konsentrasi, cara berbicara, dan kemampuan untuk berpikir memecahkan masalah. Ada juga gejala lain, seperti kesulitan makan, depresi, kecemasan, tidak bisa tenang, daya penglihatan dan daya motorik tubuh yang tidak lazim. Ketika penderita demensia dihadapkan pada masalah yang sulit, akan menyebabkan dirinya menangis atau mengamuk dan marah. Sampai sekarang belum ada cara yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyakit yang mengerikan ini. Orang lain yang turut menderita jika ada seseorang yang mengidap penyakit demensia adalah orang yang merawat penderita demensia tersebut, mungkin anggota keluarganya. Mengapa? Karena penderita demensia akut akan mengalami amnesia atau hilang ingatan total yang menyebabkan dirinya tidak ingat siapa pun. Dibutuhkan kasih yang besar, waktu yang banyak dan usaha yang keras untuk mengembalikan ingatan penderita. Namun, walaupun ingatan si penderita dapat kembali, itu hanya terjadi dalam waktu singkat, dan akhirnya ingatannya akan hilang lagi. Banyak sekali kasus di mana beberapa orang terkasih si penderita yang berusaha merawat mereka akhirnya juga mengalami stres, tekanan mental yang sangat berat, dan jatuh sakit karena kelelahan merawat dan berusaha mengembalikan ingatan si penderita.
Mungkin saat ini banyak orang yang lupa kepada kita, bukan karena penyakit demensia, tetapi karena karakter yang buruk. Mereka lupa bahwa mereka bisa berhasil dalam hidupnya karena pernah kita tolong. Mereka lupa bahwa salah satu yang membuat mereka bisa menyelesaikan pendidikan karena beasiswa yang kita berikan. Mereka lupa bahwa kitalah orang tua mereka yang merawat dan membesarkannya sampai mereka bisa hidup mandiri. Bahkan, ada di antara mereka yang lupa kepada Tuhan yang telah memberkati mereka. Dibutuhkan kasih yang besar untuk membuat mereka ingat kembali. Dibutuhkan waktu yang banyak untuk menemui dan memberikan konseling kepada mereka. Dibutuhkan usaha yang keras dan tak kenal henti, termasuk di dalam mendoakan mereka. Dibutuhkan Divine Intervention! (Intervensi Ilahi)
Biarlah untuk sementara kita menderita, asal mereka yang "lupa" itu kembali ingat, akan kita dan akan Tuhan.
Tuhan Yesus berkati.
By : Ps Daud Pramana