Yesus adalah dasar yang BENAR dari seorang Kristen. Jika dasarnya bukan Tuhan Yesus, maka tidak benar di sebut sebagai orang Kristen. Artinya adalah, seorang Kristen harus menjadikan Yesus sebagai alasan dalam segala perbuatannya, pemikiriannya dan tujuannya.
- Jika pelayanan karena ingin dilihat, maka dasarnya adalah mencari "pengakuan"
- Jika pelayanan karena keuntungan, maka dasarnya adalah "kepentingan pribadi"
- Jika pelayanan tetapi mencari aman, maka dasarnya adalah "ketakutan"
Dalam situasi sekarang, banyak anak-anak Tuhan justru ketakutan berlebihan karena Corona, bahkan ketakutan akan Corona mungkin saja lebih besar dari ketakutan kepada Tuhan. Hikmatpun menjadi alasan klasik untuk menutupi ketakutan yang ada. Berhikmat sangat perlu, tetapi ketakutan yang berlebihan adalah DOSA, karena tidak ada penakut yang mendapatkan tempat dalam Kerajaan Allah.
Karena dasarnya Yesuslah, maka murid-murid yang penakut (yang lari saat Yesus di tangkap), berubah menjadi orang yang berani MENGHADAPI ketakutannya.
Tidak heran juga, Firman Tuhan berkata bahwa yang terdahulu akan menjadi yang terkemudian, dan yang terkemudian akan menjadi yang terdahulu.
Nyata sudah, bahwa orang-orang yang bertobat terkemudian, mereka berani hidup dengan taat bahkan membayar harga karena kesaksian mereka tentang Tuhan Yesus. tetapi sebahagian orang Kristen begitu menikmati kenyamanan dan kenikmatan sebuah pelayanan, sambil berharap sebahagian orang lain bersedia bayar harga diladang misi dan penginjilan.
Jawabannya ada dalam Matius 7:21-23 ; "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan , bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!
Shalom... Tuhan Yesus memberkati, Amin!
By : Friend Algunawan Harefa