Shalom.. teman-teman semuanya semoga kita berada dalam keadaan yang baik baik saja.
Pada kesempatan ini saya ingin share tentang bagaimana melayani dengan hati yang benar.
Markus 10 : 42-45
Di ayat 44 ini jelas sekali mengatakan untuk menjadi terbesar dan termuka dengan cara melayani sesama kita dan terpenting adalah kasihilah sesama.
"The Best way To go up is to go down."
Karena Anak Manusia juga datang ke dunia bukan untuk
dilayani tetapi untuk melayani.
Test karakter yang sebenarnya Ketika kita di beri kekuasaan. Banyak yang gagal di test ini karena mereka tidak menjadi pelayan bagi yang berada di bawah pimpinan-nya. Jadi kesannya pemimpin hanya bisa menyuruh tanpa bisa ikut serta langsung.
Di Yohanes 13 : 3-5 jelas di katakanan bahwa Yesus melayani murid-muridnya. Yesus memimpin dengan cara menjadi contoh bagi murid-murid-Nya. Bagaimana dia melayani para murid-Nya dengan membasuh kaki murid murid-Nya, dan mungkin kita di market place atau di gereja kita seharus bisa menjadi contoh ke orang-orang yang kita pimpin, jangan hanya dengan kata-kata saja tetapi tidak ada tindakannya dari kita, itu sama saja tidak memberi contoh yang baik.
Yesus mempunyai kuasa yang Ia miliki dipakai untuk melayani antar sesamanya dan membasuh kaki murid-murid-Nya, dari sini kita bisa lihat bahwa Yesus sendiri yang melayani murid-murid-Nya. Apakah kita masih juga merasa hebat dengan kekuasaan kita? Baik di gereja maupun di market place.
Di Filipi 2 : 5-7, Yesus mengambil sikap sebagai hamba,
setara dengan manusia.
Kata hamba di sini dalam Bahasa Yunani nya adalah DOULOS yang artinya Budak, dalam arti kata budak adalah mengabaikan kepentingan sendiri.
Di Ulangan 15 : 12-17 Ada 2 jenis budak :
1.
Budak karena keadaan financial/hutang yang hanya
mengabdi selama 6 tahun, setelah itu di beri bekal dan di lepas sebagai seorang
manusia merdeka.
2. Budak karena keputusan sendiri untuk mengabdi selamanya. Telinganya di tindik sebagai tanda Bond Servant/Slave atas kehendak sendiri bukan paksaan
Yesus mengambil rupa sebagai Bond Servant, sebagai respons syukur atas kasih Allah, kita bisa memilih apakah kita sebagai Bond servant atauhanya sebagai servant. Perbedaannya seperti Berikut :
Servant :
- Melakukan sebatas yang diminta bertindak setelah di suruh,
melalukan seperlunya/asal asalan.
- Lebih memikirkan diri sendiri mudah kecewa, mengeluh. Dan
mengganggap pelayanan sebagai beban.
- High in Maintenance, Low in Commitment
Bond Servant :
- Melakukan lebih yang di minta, antisipatif/sigap
- Melakukan sebaik mungkin
- Ukuran keberhasilan kepuasan Tuannya
- Melayani dengan sukacita
- Pelayanan ini sebagai hak istimewa
- High Commitment, Low Maintenance
Yuk, mari kita sama sama belajar melayani dengan hati yang
benar, dengan cara persis seperti Yesus contohkan ke kita, yang kita lakukan
adalah meniru apa yang Yesus sudah lakukan terhadap sesamanya dan para
murid-Nya.
Yesus mempunyai kuasa, tapi dia pergunakan kuasanya itu untuk melayani sesama-Nya dan para murid-Nya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita yang mempunyai kuasa sehingga merasa tidak perlu melayani antar sesama? Pilihan di tangan teman-teman semuanya.
GOD BLESS.
By : Nikko Ng