Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! 2 Timotius 4:2-5 (TB)
______________________________________________________________________________________________________________________________
Pada ayat ini pesan terakhir Rasul Paulus adalah supaya kita memberitakan Injil dan MELAYANI.
Kata-kata melayani mudah untuk diucapkan, tapi butuh KASIH dan kerendahan hati untuk melakukannya. Dalam melayani Tuhan pun ada harga yang harus dibayar.
Kata melayani ini tidak serta merta hanya pelayanan di gereja. Banyak orang berfikir jika ingin melayani Tuhan harus daftar di unit pelayanan dalam gedung gereja terlebih dahulu. Tetapi melayani yang sesungguhnya adalah sebuah gaya hidup. Saat hati kita dipenuhi dengan damai sukacita dari Tuhan, saat itu pula hati kita tergerak untuk membagikannya pada sekitar kita, inilah yang disebut pelayanan kasih.
Kita mengasihi karena Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita. Kita melayani sesama seperti Tuhan Yesus pun datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.
Melayani sesama tidak melulu soal uang. Dalam melayani sesama, kita bisa tergerak untuk memberitakan Firman Tuhan, dukungan dalam doa, memberikan waktu untuk mendengarkan setiap permasalahan dari sesama kita dan masih banyak hal lainnya. Saat kita memutuskan untuk mengorbankan kepentingan kita sendiri dan melayani orang sekitar kita, sebenarnya kita sedang merefleksikan hati Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sangat tergerak hatinya untuk melayani orang yang remuk hati, dan percayalah saat kita fokus mengasihi dan melayani sesama, tidak cuma keadaan orang tersebut yang di ubahkan tetapi hati kitapun akan dipulihkan.
Di dunia yang self-centered dimana setiap orang berlomba hanya untuk kepuasan pribadi, marilah kita pengikut Kristus menggunakan kasut kerelaan memberitakan injil damai sejahtera, kemanapun dan siapapun, kita siap melayani jiwa - jiwa, sama seperti Tuhan Yesus sendiri telah melayani dan memulihkan kita.
Tuhan Yesus Memberkati
By : Fenyta