Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Beriman Berarti Meninggalkan Segala Sesuatu

Interpretasi Hulu - 28 Desember 2021
Total Dilihat : 78
Bagikan :

J

ika dilihat dari standar hidup beriman yang benar, tidak bisa dibantah betapa sedikitnya orang yang sungguh-sungguh telah berkategori sebagai orang percaya. Sebagai buktinya, banyak orang Kristen yang kehidupannya tidak berbeda sama sekali dengan orang yang tidak percaya. Sampai akhirnya sulit membedakan apakah seseorang itu orang percaya atau bukan. Hal ini sangat berbeda dengan kehidupan Abraham yang diyakini sebagai bapa orang percaya. Gaya hidupnya sangatlah berbeda dengan manusia di sekitarnya pada zamannya. Dengan menerima panggilan sebagai orang beriman dan bapa orang percaya yang keturunannya akan menjadi berkat bagi semua bangsa di bumi, maka hidupnya habis disita atau berakhir dalam rencana Allah. Hidup Abraham itulah yang seharusnya menjadi pola dengan mana orang percaya Perjanjian Baru meneladani dan membangun dirinya. Jika pola kehidupan Abraham tidak dimiliki oleh mereka yang mengaku percaya (orang Kristen), maka berarti sesungguhnya mereka belum beriman atau belum menjadi orang percaya yang benar.

Dengan menerima panggilan istimewa dari Tuhan, Abraham harus membayar panggilannya dengan segenap hidup. Hidupnya beresiko. Tetapi sebenarnya orang-orang di Urkasdim yang tidak mengikuti jejak Abraham pun hidupnya juga beresiko. Harus dicatat bahwa tidak ada kehidupan manusia yang tidak beresiko. Hal ini sama dengan kehidupan manusia hari ini, apakah seseorang mau mengikuti panggilan mengikut Tuhan Yesus dengan sungguh atau tidak, pasti tetap beresiko. Mengapa kita tidak lebih memilih dan berani mengambil resiko dalam kehidupan yang beriman kepada Tuhan? Salahnya, banyak orang tidak memilih mengambil resiko mengikut jalan Tuhan dalam keberimanan yang benar kepada Tuhan. Sebesar apa pun resiko dari kehidupan seseorang yang beriman, tidak ada artinya dibanding dengan kemuliaan yang akan diperoleh ketika perjalanan hidupnya berakhir. Memahami hal ini seharusnya kita tidak ragu-ragu sama sekali untuk mempertaruhkan hidup kita tanpa batas bagi pengiringan kita kepada Tuhan. Semua yang kita pertaruhkan dan kita korbankan bagi Tuhan ada perhitungannya di kemudian hari.

Tuhan dapat mengenali dan membedakan apakah seseorang memilih Dia sebagai pilihannya atau bukan. Mereka yang memilih Tuhan sebagai pilihannya pasti berani meninggalkan segala sesuatu, artinya tidak menghargai apa pun demi kepentingan bisa mengenal Tuhan dan melakukan kehendak-Nya. Hal ini ditunjukkan dalam pilihan-pilihannya dalam penggunaan waktu setiap hari. Apakah bersedia menyisihkan atau menyediakan waktu belajar kebenaran Firman Tuhan, berdoa, pergi ke pendalaman Alkitab. Hal tersebut juga ditunjukkan dalam penggunaan harta kekayaannya. Apakah untuk kesenangan diri sendiri, prestise, harga diri atau pelayanan pekerjaan Tuhan. Banyak orang tidak menyadari bahwa Tuhan menguji apakah jalan hidup kita serong. Serong di sini sama dengan menyimpang, sama pula dengan ketidaksetiaan atau pengkhianatan. Kalau seseorang masih memandang bahwa dunia dapat menandingi atau mengimbangi ketenangan, kenyamanan, keamanan dan kebahagiaan dari Tuhan, berarti sebuah pelecehan terhadap kebesaran Tuhan. Orang yang masih dalam keadaan ini pasti masih sangat mudah melakukan pelanggaran atau dosa dan melakukan pengkhianatan terhadap Tuhan.

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini 1  tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita Roma 8:18

Tuhan Memberkati, Amin


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait