Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Berdiri Teguh Diatas Kebenaran

Interpretasi Hulu - 06 Oktober 2021
Total Dilihat : 136
Bagikan :

“Jadi, jika aku benar-benar bersalah dan berbuat sesuatu kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati, aku rela mati, tetapi, jika apa yang mereka tuduhkan itu terhadap aku ternyata tidak benar, tidak ada seorangpun yang berhak menyerahkan aku sebagai suatu anugerah kepada mereka. Aku naik banding kepada Kaisar!” Kisah Para Rasul 25:11

Dalam pelayanan Paulus dalam menyebarkan kebenaran Firman-Nya, banyak sekali pencobaan yang ia alami dan lalui. Namun, pencobaan-pencobaan tersebut tidak dijadikannya sebagai alasan untuk menyangkal Tuhan, dan berhenti memberitakan kebenaran.

Banyak sekali orang yang tahu dan yakin akan kebenaran, namun tidak semua orang mampu mengambil keputusan yang tepat atas kebenaran tersebut. Seperti halnya Feliks dan Festus dalam kisah Paulus tersebut, dimana mereka tidak mampu memberikan putusan yang tepat terhadap tuduhan-tuduhan yang dilontarkan orang Yahudi kepada Paulus. Ia lebih memilih untuk mengikuti kemauan orang Yahudi, agar ia disenangi dan tidak dibenci.

Lain halnya dengan Paulus, walaupun ia dituduh oleh hal-hal yang tidak ia lakukan, ia tetap bersabar dan teguh dengan kebenaran. Ia tidak menghakimi orang-orang Yahudi yang menuduhnya, namun ia juga tidak berlaku pasrah. Ia yakin apa yang ia lakukan itu adalah hal benar, untuk itu jika ia terbukti tidak bersalah, maka ia tidak bersedia untuk dijadikan sebuah anugerah kepada orang Yahudi untuk dihukum mati. Paulus tetap mengusahakan hak-haknya, tanpa menjatuhi orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah mengalami hal yang dialami oleh Paulus, yaitu dituduh melakukan hal-hal yang tidak kita lakukan. Namun pertanyaannya adalah, bagaimana reaksi kita atau sikap kita dalam menyikapi hal tersebut? Apakah kita akan melontarkan tuduhan demi tuduhan juga kepada orang tersebut? Apakah kita akan marah-marah? Atau kita akan berusaha, berdoa, dan berserah kepada-Nya?

Sikap Paulus dalam menyikapi hal tersebut patut kita teladani. Ia tidak hanya berdoa dan berdiam diri saja, namun ia tetap mengusahakan apa yang bisa ia lakukan, dengan mengajukan banding kepada Kaisar. Mungkin dalam kehidupan sehari-hari kita jarang sekali sampai di titik mengajukan banding, namun kita bisa membuktikan kebenaran dengan fakta-fakta yang nyata, dan tidak menjatuhkan orang lain demi membela diri.

Jika ya, katakan ya, jika tidak, katakan tidak. Kebenaran adalah kebenaran, dan kebohongan tidak akan pernah menjadi kebenaran.

Tuhan Yesus Memberkati.

 

By : Felicia Amanda Lase


Komentar
Berikan Komentar
Oleh Symroni Zebua 07 Oktober 2021
Amin. Jika ya, katakan ya, jika tidak, katakan tidak. Kebenaran adalah kebenaran, dan kebohongan tidak akan pernah menjadi kebenaran.
Oleh Yurius Nazara 07 Oktober 2021
Waow....pas banget firman ini. Thanks Felicia sdh menguatkan.
Oleh Yurius Nazara 07 Oktober 2021
Waow....pas banget firman ini. Thanks Felicia sdh menguatkan.
Oleh Interpretasi Hulu 07 Oktober 2021
Thank You Felicia...
Berita Terkait