Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Bercahaya Ditengah Kegelapan

Interpretasi Hulu - 02 Juni 2022
Total Dilihat : 115
Bagikan :

Pada dasarnya, manusia tidak suka berada dalam kegelapan. Sejak dulu manusia berusaha untuk membuat alat penerangan yang dapat menerangi manusia dalam kegelapan. Ketika alat penerangan (obor, lilin, senter, lampu) itu padam, maka manusia akan panik dan berusaha untuk mencari sumber terang agar mereka tidak berada dalam kegelapan. Namun dalam kehidupan rohani justru terbalik, banyak orang yang suka hidup dalam kegelapan dibandingkan hidup dalam terang. Keadaan ini terjadi dari zaman dulu hingga zaman sekarang, dimana banyak orang yang lebih memilih hidup dalam dosa atau hidup menurut pemikiran dan kekuatannya sendiri, tidak mau mengikuti Tuhan. Ini adalah fakta yang terjadi dalam dunia ini dan mungkin saja anda hidup ditengah-tengah mereka. 

Kita harus mengingat 2 hal ini: Pertama adalah tidak serupa dengan dunia ini (Roma 12:2) dan Kedua adalah menjadi terang dan garam dunia (Matius 5:13-16) dan hari ini kita akan berfokus pada terang.

Firman Tuhan pada hari ini mengajar kita mengenai “Bercahaya Di Tengah Kegelapan” Kita akan belajar tentang:

- Apa yang harus kita lakukan agar kita menjadi terang?

- Apakah yang harus kita miliki dalam hati kita untuk bercahaya di tengah kegelapan ?

Kita akan belajar tentang “Bercahaya Di Tengah Kegelapan” dari Kisah Para Rasul 6:1-7

Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Bercahaya Di Tengah Kegelapan

1. Menuntun Jauh Lebih Baik Dari pada Menuntut (Kis 6:3)

Ketika anda melihat orang terdekat (teman, saudara, sahabat) yang suka berbuat dosa, maka mungkin saja anda akan menuntut orang tersebut untuk berubah dan meninggalkan perbuatan dosa itu. Menuntut adalah hal yang mudah tetapi bukan itu yang harus kita lakukan. Yesus mengajarkan kita bahwa sebagai anak-anak terang, kita seharusnya menuntun bukan hanya menuntut saja. Jika kita hanya menuntut tanpa mau menuntun, maka kita bisa saja menghilangkan kesempatan emas untuk menuntun seseorang agar bertobat dari dosanya.

Sebagai orang yang telah mengenal dan hidup dalam terang itu, yaitu Yesus, maka kita juga harus menyebarkan terang itu kepada orang-orang yang hidup dalam kegelapan. Dengan menuntun, maka kita bisa memberitahukan kepada mereka tentang Yesus Kristus dan membawa mereka untuk hidup didalam-Nya.

2. Mendoakan Lebih Baik Dari Menuduh (Kis 6:6)

Dalam point pertama kita belajar bahwa kita tidak boleh menuntut tetapi harus menuntun. Lalu, bagaimana jika orang yang sedang kita tuntun tetap berkeras hati tidak mau meninggalkan kegelapan? Jawabannya adalah berdoa. Kita tidak perlu memberikan tuduhan-tuduhan atau menghakimi dia, sebaliknya doakan agar firman yang sudah kita sampaikan dan yang sudah didengar oleh dia bertumbuh dan menyadarkan dia akan kesalahannya. Selain itu, berdoa juga menunjukan kedekatan kita dengan Tuhan. Ingat, Yesus mengajak kita untuk selalu berhenti sejenak berdoa meletakkan tangan menggambarkan hubungan personal yang dekat. (Yesaya 30:15)

3. Melayani Lebih Baik Dari Menyuruh (Kis 6:7)

Kita sudah belajar sebagai anak-anak terang, kita harus menuntun dan mendoakan orang-orang yang masih berada dalam kegelapan. Perbuatan menuntun dan mendoakan adalah bentuk kita melayani sesama. Panggilan untuk menjadi terang bukan sebuah panggilan yang hanya disampaikan saja namun juga harus dihidupi dengan disebarkan melalui perbuatan kita. Siap sedialah untuk melayani dan kita harus memiliki kasih untuk melayani sesama kita.

Tuhan Yesus Memberkati 😇🙏


By : Lasmarita Manullang


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait