BENAR-BENAR MERDEKA
Yohanes 8:32-36
Kebebasan atau freedom adalah hal yang sangat berharga, sehingga banyak orang rela mati demi kebebasan bangsanya. Para pahlawan memberikan jiwanya demi kemerdekaan negaranya. Bangsa Indonesia bangsa yang kita cintai telah merdeka 76 tahun. Tepat seperti hari ini, 17 Agustus 1945 yang lalu bangsa Indonesia menyatakan proklamasi kemerdekaannya kepada seluruh bangsa di dunia. Keadaan dan status merdeka yang dinanti-nantikan setelah 350 tahun dijajah oleh Belanda dan tiga setengah tahun dijajah Jepang akhirnya didapat juga meski lewat perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. Sebagai bangsa yang merdeka ada banyak hal yang bisa ditentukan dan dilakukan sendiri tanpa tekanan dari pihak manapun. Namun sebagai bangsa yang merdeka sampai sekarang kita melihat bahwa masih ada banyak hal belum seperti yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa ini. Bukan karena bangsa ini tidak mampu akan tetapi karena masih ada penjajahan non fisik yaitu penjajahan terhadap roh dan jiwa. Akibatnya masing-masing orang lebih menonjolkan egoisme dan kepentingan kelompoknya dengan cara-cara yang melanggar hukum. Sehubungan dengan itu mari kita merenungkan tawaran yang luar biasa dari Tuhan Yesus yaitu bagaimana kita menerima dan mengalami kelepasan/kemerdekaan yang sejati lewat kebenaran yaitu diri-Nya sendiri. Dia mengatakan: 8:32 “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Tuhan Yesus menyatakan bahwa diri-Nya adalah “Kebenaran yang memerdekakan”, tetapi orang-orang Yahudi memandang pernyataan itu tidak relevan. Mereka tidak merasa bahwa mereka ada di dalam belenggu, diperbudak oleh dosa bahkan mereka tidak sadarkan diri akan hal itu. Dan mereka juga tidak merasa bahwa sesungguhnya bangsa itu sedang dijajah oleh kerajaan Romawi. Bahkan raja boneka Romawi di Yudea, yaitu Herodes yang memimpin merekapun bukan orang Yahudi tapi orang Edom, namun dengan rasa percaya diri dalam ketidak-sadaran mereka berkata: 8:33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" Terhadap halusinasi orang-orang Yahudi atas status istimewa mereka sebagai umat pilihan Allah dan warisan keturunan Abraham telah membutakan mereka, maka Tuhan Yesus menjawab: 8:34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Kebanyakan orang pada masa kini memang tidak lagi terancam oleh belenggu fisik, tetapi belum mengalami kebebasan sejati dari belenggu jiwa yang disebut dosa. Karena setiap orang yang berbuat dosa adalah Hamba Dosa/Budak Dosa. Tetapi Allah adalah Raja Semesta, Dia memiliki kuasa membebaskan kita dari beban dosa itu. Allah yang Mahatinggi itu telah datang di dalam Kristus yang membebaskan orang-orang percaya dari status “Hamba Dosa”.
Perkataan Tuhan Yesus menawarkan jalan keluar yang indah: “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka” (Yohanes 8:36). Yesus menyebut diri-Nya sendiri sebagai sumber kebebasan yang sesungguhnya. Karena itu Dia menawarkan pengampunan dosa kepada siapa saja yang percaya kepada-Nya. Hanya dengan menerima Dia dan percaya kebenaran bahwa Yesus adalah Tuhan bagi kita dan bahwa Dialah “jalan, kebenaran dan hidup” baru mereka dan kita semua benar-benar merdeka.
MERDEKA!