Bacaan Alkitab Yehezkiel 8
Kita
mengenal Tuhan kita sebagai Tuhan yang panjang sabar dan Maha Pengampun. Namun,
bukan berarti Ia akan tinggal diam ketika umat-Nya berbuat keji terhadap-Nya.
Melalui penglihatan, Tuhan menunjukkan Yerusalem kepada Yehezkiel untuk melihat kekejian besar yang dilakukan oleh umat Tuhan, yakni dosa penyembahan berhala (1-3).
Pertama, mereka melakukan penyembahan kepada berhala cemburuan (5).
Penyembahan berhala adalah dosa yang paling dibenci oleh Tuhan dan menimbulkan
cemburu-Nya. Umat seharusnya setia kepada Tuhan saja, tetapi mereka berzina
kepada allah lain.
Kedua,
mereka beribadah kepada segala jenis binatang najis (10-11). Penyembahan
berhala adalah dosa yang sama sekali tidak ada dasarnya. Para penatua secara
sembunyi-sembunyi menyembah berhala dengan alasan bahwa Tuhan tidak peduli
kepada umat-Nya. Padahal, bagaimana mungkin Tuhan Yang Mahakuasa yang menebus
mereka tidak melihat dan memelihara umat-Nya?
Ketiga,
para perempuan mengikuti dewi Ishtar meratapi dewa Tamus (14) karena dewa ini
diyakini mati setiap musim gugur dan akan hidup lagi pada musim semi jika
ditangisi dewi Ishtar.
Apakah
ada yang lebih bodoh daripada menangisi ilah yang mati? Penyembahan berhala
adalah dosa yang sangat bodoh.
Keempat,
mereka sujud menyembah kepada Samas dewa matahari (16). Penyembahan berhala
selalu merupakan dosa yang keterlaluan. Ini terlihat ketika umat Tuhan
menyembah berhala dengan membelakangi Bait Suci. Tidak mengherankan Tuhan yang
panjang sabar pun akhirnya bertindak dalam murka-Nya.
Coba
refleksikan, betapa tidak masuk akal, bodoh, dan keterlaluan ketika kita
meninggalkan Tuhan yang telah menebus kita untuk bergantung kepada sesuatu yang
lain seperti uang, kuasa, bahkan pelayanan dan keluarga kita. Memang Tuhan kita
panjang sabar dan sering tidak langsung menghukum. Namun, bukan berarti kita
dapat meremehkan kesabaran-Nya dan menyakiti hati-Nya terus-menerus.
Jangan
sampai kita terlambat untuk sadar sehingga Tuhan kehilangan kesabaran lalu
menyatakan murka-Nya. God Bless
By : Jonathan Eganiel Lase