Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

BANGUN KONEKSI YANG NYATA

Interpretasi Hulu - 08 September 2022
Total Dilihat : 76
Bagikan :

Shallom saudara terkasih dalam Yesus Kristus.

Seringkali saat berpapasan dengan orang lain di jalan ataupun saat sedang menunggu dalam antrian, kita melihat orang-orang sibuk mengutak-atik gadgetnya, atau kita pun sendiri secara tidak sadar sering melakukannya, padahal belum tentu ada hal yang penting di gadget tersebut. Kita mungkin saja enggan terconnecting (terhubung) dengan lingkungan atau orang yang ada di sekitar kita. Generasi saat ini memang dikenal sebagai generasi yang terhubung secara virtual, tetapi tidak terhubung secara nyata (real). Ini dikarenakan gempuran sosial media, kemudahan berkomunikasi melalui aplikasi pesan instan seperti whatsapp, instagram, facebook serta kemudahan mendapatkan informasi melalui internet di gadget, yang membuat perubahan perilaku seseorang menjadi tidak peduli pada lingkungan yang ada di sekitarnya.

Keadaan ini sangat berbanding terbalik dari apa yang Tuhan Yesus kehendaki agar kita sebagai orang percaya mau menjadi jembatan penghubung agar kabar baik dapat disampaikan kepada banyak orang.

Di dalam Kolose 4 : 3, Rasul Paulus dalam pelayanannya kepada orang-orang bukan Yahudi, ia berusaha untuk selalu terhubung dengan mereka sehingga ada pintu untuk mengabarkan Injil. Bagaimana pintu untuk mengabarkan Injil tersebut bisa terbuka kalau ternyata kita saat ini sibuk dengan diri kita sendiri tanpa peduli bahwa banyak orang di sekitar kita di masa sulit seperti sekarang ini membutuhkan penolong sejati yaitu Yesus Kristus.

Oleh karena itu, untuk dapat terhubung dengan semua orang, Rasul Paulus memberi nasihat di dalam Kolose 4:6, "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."

Kata-kata yang penuh kasih dan perhatian akan membuka suatu hubungan. Untuk menyatakan kasih Kristus, kita perlu benar-benar terhubung dan berusaha untuk menjadi pribadi yang terbuka dengan orang lain. Kita dapat melakukannya dengan belajar bersosialisasi kepada orang di sekitar kita. Misalnya, bertegur sapa dengan tetangga. Mencoba menjalin komunikasi yang baik kepada rekan di tempat kerja. Bahkan saat Anda pulang dari kebaktian gereja cobalah untuk membuka diri dengan saudara seiman yang ada di gereja.

Saya yakin dan percaya sapaan yang hangat dengan senyum kepada orang lain, akan memberi kesan kita adalah orang yang ramah dan penuh kasih seperti Kristus. Bahkan jika ada kesempatan, jangan ragu untuk menceritakan kebaikan kasih Tuhan yang sudah kita alami agar kesaksian hidup kita dapat membantu mereka untuk bangkit serta memiliki iman dan pengharapan yang teguh kepada Sang Juruslamat yaitu Yesus Kristus.

Mulai hari ini mari kita bangun kembali koneksi yang nyata dengan menjadi jembatan yang menghubungkan Kasih Kristus yang begitu besar kepada semua orang yang membutuhkan-Nya. Saya yakin dan percaya ada berkat sukacita yang berlimpah limpah yang akan kita tuai di dalam hidup kita. Amin.


By : Serli Magdalena


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait