Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Apa yang Allah inginkan Dalam kehidupan orang percaya?

Yefron Rumapea - 26 Januari 2023
Total Dilihat : 66
Bagikan :

Apa yang Allah inginkan

Dalam kehidupan orang percaya?

 

Ulangan 10:12-13

10:12 "Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 10:13 berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu. 

Musim kehidupan adalah keadaan yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan kita, mau itu orang yang percaya atau yang tidak percaya kepada Allah. Kerap sekali kita menghadapi situasi dan kondisi yang berbeda-beda dan itu adalah bagian dari proses untuk membentuk karakter kita. Karakter seseorang akan terlihat ketika dia ada dalam kondisi yang baik ataupun buruk. Tahun 2023 ini kita masuk dalam minggu yang ke empat dan saya percaya Tuhan akan lakukan sesuatu yang luarbiasa dalam hidup kita di tengah-tengah keadaan yang katanya tidak baik. dan melalui tulisan ini ada beberapa hal yang saya ingin bagikan mengenai “Apa yang Allah inginkan dalam kehidupan orang percaya”

Kitab ulangan pasal 10:12-13, jelas disampaikan Allah kepada bangsa Israel mengenai apa yang Allah inginkan untuk mereka lakukan ditengah-tengah keadaan mereka. Perintah Allah merupakan suatu jalur yang tepat dan terang supaya bangsa ini hidup kudus dan layak dihadapan Allah. Perintah ini menunjukkan bahwa Allah begitu mengasihi bangsa ini supaya mereka tetap berkenan kepada Allah. Karena hanya dengan perkenanan Allah lah membuat bangsa Israel terpelihara dari musuh dan keadaan buruk.

Selain dari takut akan Tuhan ada beberapa jalan yang di tunjukkan Allah kepada bangsa Israel untuk menuntun kehidupan mereka tetap berkenan kepada Allah dan saya percaya juga, bahwa ini yang ingin Tuhan sampaikan kepada setiap kita yang membaca renungan ini:

1.     Mengasihi Dia

Pertanyaan yang paling sederhana untuk poin ini adalah, bagaimana cara kita mengasihi Allah? Kita adalah milik Allah sepenuhnya, karena kita diangkat menjadi milik kepunyaannya melalui penebusan di kayu salib. Dan tubuh kita adalah milikNya, oleh karena itu kita harus mempersembahkan tubuh kita, hidup kita sepenuhnya kepada Allah dan untuk tujuan Allah. Dalam Roma 12 ayat 1 di katakan persembahkan lah Tubuh mu sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah... dan dalam Lukas 10:27 kasihilah Tuhan Allah mu dengan segenap hati mu...1 Korintus 6:19 dikatakan bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus.

Manusia memiliki dua keinginan dalam hidupnya yaitu keinginan daging dan keinginan Roh, Allah berkenan atas hidup kita jika hati kita condong kepada keinginan Roh, karena itu yang akan memimpin kita kepada kekudusan yang berkenan kepada Allah, dengan hal ini lah yang membuat kita berkenan mengasihi Allah.

2.     Beribadah kepada Dia

Ibadah menurut Profesor Paul W. Hoon adalah “penyataan diri Allah sendiri dalam Yesus Kristus dan tanggapan manusia terhadapNya. Dan inti dari ibadah adalah Allah sedang bertindak untuk memberikan hidupNya bagi manusia dan membawa manusia mengambil bagian dalam kehidupan itu.” Dalam kitab Roma 12 ayat pertama dikatakan bahwa ada ibadah yang tidak sejati, sebab ibadah yang sejati adalah ibadah yang mempersembahkan seluruh kehidupan kita hanya untuk Allah. dan dalam 1 Timotius 4:8 dikatakan bahwa ibadah berguna dalam segala hal dan mengandung janji. Dalam ibadah kita merasakan bagaimana Allah lebih lagi menyatakan diri Nya kepada kita sebagai orang percaya dan menikmati hadiratNya. Ibadah itu bersifat pribadi dengan Allah. Orang yang akan mengalami hadirat Allah adalah orang yang menikmati ibadah dan pusat ibadah hanya berfokus kepada Allah. Saya beribadah bukan karena hanya saya dan keluarga saya kristen, atau saya melayani, tapi karena saya butuh Allah dan hadiratNya.

3.     Berpegang pada perintahNya

Salah satu perintah Allah yang paling jelas adalah hidup mengasihi. Orang yang mampu mengasihi sesama adalah orang yang sudah mengalami kasih Allah dalam hidup nya. Kristus adalah teladan hidup kita dan kita harus hidup sebagaimana karakter Allah yang penuh dengan kasih. Yohanes 3:16 di katakan “karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal...” Kasih itu bukan hanya mengenai saya yang mengalami kasih, tapi juga bagaimana kasih itu dapat disalurkan kepada semua orang dan karena kasih itu juga orang akan memuliakan Bapa disorga.

Jadi yang diinginkan Allah dalam hidup kita adalah Allah menjadi pusat utama untuk segala tujuan kita, dan hidup dalam jalur perjalanan yang di tentukan Allah bagi kita melalui FirmanNya.
Amin. 


Komentar
Berikan Komentar
Belum ada Komentar
Berita Terkait