“Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya:” (Mazmur 146 : 5)
Banyak orang menjadi kecewa dan frustasi karena mereka salah
berharap, yaitu berharap kepada manusia dan menjadikan harta kekayaan sebagai
andalan hidup. Manusia, uang, harta kekayaan bukanlah tempat untuk kita
berharap. Firman Tuhan tak henti – hentinya mengingatkan kita supaya jangan
berharap dan mengandalkan manusia atau apa pun yang ada di dunia ini. Orang
yang mengharapkan pertolongan dari manusia pasti akan kecewa, karena kebaikan
dan kesetiaan manusia itu mudah sekali berubah. “Jangan berharap pada manusia
sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat di
anggap?” (Yesaya 2:22). Manusia dikatakan tidak lebih dari pada embusan nafas,
karena “Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga
lenyaplah maksud- maksudnya.” (Mazmur 146 :4)
Tak sepatutnya kita menggantungkan hidup kepada manusia atau sesama,
sebab kekuatan dan kemampuan manusia itu terbatas…. apabila orang yang dibuat
sandaran hidup ini tiba – tiba di panggil ‘pulang’ oleh Tuhan, pupuslah sudah
semua harapan. Bahkan, Alkitab menyatakan dengan keras bahwa orang yang
mengandalkan manusia disebut sebagai orang – orang terkutuk, seperti tertulis
“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya
sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! (Yeremia 17:5).
Dan janganlah pula ada orang yang membangga – banggakan diri karena
merasa memiliki uang atau harta yang
melimpah, karena semua itupun tak bisa menolong dan menyelamatkan. “Apa
gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah
yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? ” (Matius 16 : 26).
Daud sekalipun seorang raja dengan segala kemewahhan dan kenyamanan
hidupnya, tak menaruh harapan hidup kepada apa pun yang dimilikinya.
“…Engkaulah harapanku ialah dari TUHAN yang menjadikan langit dan bumi” (mazmur
121 : 2).
Diberkatilah orang yang
hidup mengandalkan Tuhan dan berharap hanya kepada-Nya (Yeremia 17: 7). Tuhan Yesus Memberkati!
By : Lim Lie Hoa