Ikuti Kami :
Ikuti Kami : :
Alive in Clarity

Anak Panah Di Tangan Pahlawan

Interpretasi Hulu - 24 November 2021
Total Dilihat : 96
Bagikan :

Seperti anak – anak panah di tangan Pahlawan, demikianlah anak – anak pada masa muda.

Mzm 127:4

 

Saya pernah membaca sebuah berita tentang dua orang anak di Jepang yang tertukar di Rumah Sakit setelah dilahirkan. Anak sebuah keluarga kaya harus dibesarkan oleh keluarga dengan seorang ibu tunggal, sementara anak kandung ibu tunggal itu dibesarkan oleh keluarga kaya tadi. Setelah dewasa anak yang dibesarkan oleh keluarga kaya menjadi presiden sebuah perusahaan real estate, sedangkan anak yang dibesarkan oleh ibu tunggal menjadi seorang sopir truk. Pada akhirnya sopir truk itu menuntut pihak Rumah Sakit dan mendapat kompensasi, tetapi hal yang dia sesalkan adalah orang tua kandungnya sudah meninggal saat kasus ini terungkap dan dia tidak dapat mengenal mereka.

Dari cerita itu kita mengetahui bahwa memang masing – masing anak memiliki bakat dan talenta masing – masing, tetapi di keluarga apa dia dibesarkan berpengaruh penting akan masa depannya. Anak seorang musisi mungkin memiliki bakat seni yang mengalir dalam dirinya, namun jika dia dibesarkan oleh keluarga pedagang mungkin dia akan menjadi seorang pemilik toko.

Allah tidak sedang iseng “menitipkan” seorang anak pada kita. Ia mempercayakan seorang anak bukan hanya untuk di besarkan tetapi untuk dididik sesuai dengan jalan-Nya. Anak yang saya maksud disini bukan hanya anak secara biologis, tetapi termasuk anak – anak rohani yang Tuhan sudah percayakan pada kita. Anak kecil tidak bisa tumbuh besar sendiri begitu dilahirkan. Begitu pula dengan pertumbuhan rohani seorang anak. Jangan berharap anak untuk memiliki sikap hormat pada orang lain jika di rumah dia melihat kita tidak hormat pada ART kita, atau jangan berharap anak bisa menjadi anak yang sopan saat kita di rumah berbicara dengan tidak sopan pada pasangan kita. Anak – anak adalah cerminan perlakuan orang tua di rumah. Saya percaya anak –anak terhormat bukan lahir dari berapa bagus dan mahal sekolahnya atau seberapa jauh Negara tempat dia belajar, tapi semua dimulai dari dalam rumah. Orang tua yang takut akan Tuhan melakukan firman sehingga bisa dilihat oleh anak – anaknya, bukan dengan kata – kata tetapi dari perbuatannya. Mereka bisa melihat potensi dari anak – anaknya, mengasah potensi itu seperti mengasah anak panah, membuat penuh tabungnya dengan panah yang tajam, sebelum kemudian membiarkan anak – anak panah itu lepas menuju sasaran yang tepat. Ayo kita pastikan anak – anak kita dan anak – anak rohani kita tidak berjalan dengan bimbang karena tidak merasakan bimbingan kita, ayo kita pastikan bila sudah saatnya mereka pergi mereka bisa berjalan dengan teguh dan tidak goyah, menjadi pribadi terhormat yang memberkati orang lain karena tabung mereka sudah penuh terisi dengan pengenalan akan Tuhan dan apa yang kita ajarkan dari rumah.

 TUhan Yesus Memberkati


By : Lo Rika Rosandy


Komentar
Berikan Komentar
Oleh Interpretasi Hulu 25 November 2021
Sangat memberkati. God Bless
Berita Terkait