KUASA PERKATAAN
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
(Amsal 18:21 TB)
Kita harus tahu apa yang harus dibicarakan, di mana berbicara,
dan bagaimana berbicara (Ps. Gladys M. Samai)
Bayangkan Anda sedang menghadapi situasi di mana tindakan dan perkataan Anda diragukan. Anda mungkin berjuang untuk mempertahankan niat dan motif Anda karena yakin bahwa niat Anda murni, tetapi cara Anda berkomunikasi dan menggunakan kata-kata akan menentukan apakah Anda akan memenangkan situasi ini dan berdamai dengan penuduh atau Anda kalah.
Sebagai orang Kristen, janganlah kita berjuang untuk memenangkan perkara
dan kehilangan saudara kita. (Arthur R. King)
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil,
semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut keba-
jikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8 TB)
Pertama, apa yang harus dibicarakan akan menyelamatkan kita dari situasi yang sulit
bagi diri kita sendiri dan orang lain. Kata-kata kita memiliki kuasa untuk menghasilkan
buah yang baik atau bahkan menghancurkan seluruh bangsa. Kata-kata kita harus selalu
profetik, damai, tidak egois, dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain.
Kedua, di mana kita berbicara sangat menentukan, apakah atmosfer yang tercipta
menjadi baik atau sebaliknya. Orang berbicara di tempat yang salah akan dapat memperburuk suasana, bahkan alih-alih membantu memecahkan masalah yang ada disaat itu, keadaan bisa terjadi sebaliknya dan integritas kita dipertaruhkan.
Ketiga, nada bicara yang kita gunakan untuk berbicara satu sama lain membantu
menunjukkan kerendahan hati dan rasa hormat dengan orang lain. Jawaban yang lembut
meredakan amarah, tetapi kata-kata yang kasar membangkitkan amarah (Amsal 15:1)
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik
dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:45 TB)
DOA
Bapa, terima kasih atas bimbinganmu yang tiada henti. Ajari aku Tuhan, bagaimana menggunakan kata-kata untuk memuliakan dan menghormati-Mu dan saling mencintai. Dalam nama Yesus. Amin.