Jawab
Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
(Kisah Para Rasul 9:5
TB)
Perjumpaan pribadi dengan
Kristus merupakan titik balik kehidupan Saulus dimana ia mengalami transformasi
dari seorang yang gigih menganiaya jemaat Kristiani menjadi seorang yang gigih dalam
menyebarkan Injil. Tuhan menunjukkan tujuan hidup yang sebenarnya dan
memperbaharui identitas Saulus menjadi Paulus.
Sama seperti Paulus, saat
kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita pun diberi identitas
yang baru. Namun, seringkali kita kembali kepada kebiasaan buruk dan dosa-dosa
lama meskipun sudah berusaha melakukan hal-hal yang benar, giat
beribadah, bahkan terjun dalam pelayanan. Lalu,
bagaimana caranya supaya kita bisa mengalami transformasi yang sesungguhnya?
Kebutaan yang dialami Paulus
mengingatkan kita tentang hal ini “Apakah kita sungguh-sungguh mengenal
Tuhan yang kita sembah?” Saat kita memfokuskan pandangan kepada Kristus dan menjalin
keintiman dengan-Nya, kita akan semakin mengenal pribadi serta karakter-Nya.
Hanya terang Tuhan lah yang sanggup mentransformasi manusia lama
kita untuk menjadi serupa dengan gambaran-Nya. Dan walaupun
perubahan tidak nyaman dan membutuhkan waktu, saat kita memandang
Kristus- kita akan tetap dapat bersukacita dalam menjalani setiap prosesnya
(Ibrani 1 2 : 2 ).
Jadi, ingatlah bahwa kemana kita mengarahkan pandangan kita akan menentukan kemana kita melangkah dan tujuan akhirnya. Berhentilah melihat kepada diri sendiri dan pandanglah Kristus senantiasa. Percayalah, saat kita menjadi pribadi yang baru, ada karya besar menanti untuk kita bagikan kepada orang di sekitar kita. Mereka akan bertanya-tanya bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dan saat itulah kita bisa membagikan rahasianya.
Kesimpulan akhirnya, rahasia yang terdalam, untuk bertumbuh dalam Kristus adalah ini: pandanglah Dia.
The final conclusion, the deepest secret, to growing in Christ is this: look to him. (Dane C. Ortlund)
Doa: Tuhan Yesus, kami
bersyukur untuk anugerah keselamatan yang telah kami terima. Hari ini, kami ingin
memulai untuk senantiasa mengarahkan pandangan kami kepada-Mu, sehingga kami
dapat bertumbuh menjadi pribadi seperti Kristus. Dalam nama Tuhan
Yesus kami berdoa. Amin.