Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (Kisah Para Rasul 2:41-42 TB)
Berbahagialah orang yang tidak berjalan
menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang
berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya
ialah Taurat TUHAN, dan yang
merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada
musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja
yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam
yang ditiupkan angin. Sebab itu orang
fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang
benar, tetapi jalan orang fasik
menuju
kebinasaan. (Mazmur 1:1-6 TB)
“Papa,
kenapa timbangannya tidak di angka 0?”, saya yang masih kecil sering kali
bertanya kepada ayah saya. Kala itu, alat
timbang berat badan kami di rumah masih berbentuk analog, yang meng-gunakan
sistem pegas. Sering kali karena belum dikalibrasi, jarum di timbangan akan
sedikit bergeser dari angka 0 sehingga
alat timbang tidak dapat berfungsi dengan baik. Secara berkala, timbangan analog
perlu dikalibrasi ulang untuk memastikan jarum kembali menunjukkan angka 0 agar
hasil timbangan kembali tepat.
Begitu pula dengan hidup
kita. Sibuk dan penatnya kehidupan sering kali membuat kita kehilangan arah dan
tujuan hidup. Sekali-sekali, sama seperti alat timbangan, kita perlu
“mengkalibrasi” visi hidup kita untuk memastikan kita
masih berada dalam rencana yang Allah telah sediakan untuk kita. Memutar kembali
jarum ke angka 0, kemudian menyusun kembali prioritas hidup. Pastikan arah yang
baru kita tentukan, mengarahkan kita kepada satu tujuan, yaitu melayani
dan memuliakan Kristus.
Apakah kita terlalu sibuk
dan mulai kehilangan arah dalam hidup kita? Ayo mengambil waktu sejenak
untuk berhenti dan
berefleksi. Tuliskan apa yang didapatkan, renungkan dan gunakan untuk menjadi
pedoman bagi kita dalam mengambil keputusan di masa mendatang. Jangan lupa
untuk terus menikmati penyertaan-Nya dalam setiap musim kehidupan kita
serta terus perbaharui komitmen kita sebagai murid Kristus.
Doa:
Terima
kasih Yesus, untuk pemeliharaan-Mu dalam hidup kami. Kami rindu untuk terus
melayani Engkau dalam kehidupan kami, dan menggenapi rencana-rencana
yang telah Engkau tetapkan bagi kami. Berikan kami
hikmat untuk menyusun prioritas hidup dan mengambil keputusan yang berkenan
bagi-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.