HARI 1
AKU, DI MATA DUNIA DAN DI MATA SURGA
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandung-
an ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib
apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:13-14 TB)
Sewaktu remaja, saya sering sekali merasa tidak percaya diri dengan fisik dan penampilan saya, apalagi ketika saya membandingkan diri dengan teman-teman seusia saya, atau
dengan para artis dan tokoh-tokoh lainnya yang sering bermunculan di media sosial.
Setelah saya beranjak dewasa, saya mulai tidak terlalu memikirkan hal itu, tapi kemudian saya merasa tidak percaya diri sehubungan dengan keahlian, pekerjaan, serta pelayanan saya. Seringkali saya merasa kurang dibandingkan orang lain. Kurang pintar, kurang berwawasan, kurang internasional, dan lain sebagainya.
Sampai suatu saat, sebuah kalimat muncul di hati saya, berkata seperti ini, “Sampai ka-
pan kamu akan melihat dirimu dari kacamata dunia, dan bukan dari kacamata Surga? Tahukah kamu kalau kamu diciptakan dengan sangat sempurna oleh Pencipta langit dan bumi, dibentuk sendiri oleh-Nya dan diberikan tujuan yang sangat jelas untuk mempermuliakan
Dia?” Kalimat itu benar-benar menampar saya dan mengubahkan cara pandang saya.
Ternyata selama ini saya melihat ke cermin yang salah, saya melihat diri saya
sendiri lebih rendah dari yang semestinya dan bukan itu yang Tuhan kehendaki dari saya. Tuhan menciptakan saya sesuai gambar dan rupa-Nya, dan Ia menebus saya, melepaskan semua dosa saya, dan menjadikan saya sebagai anak-Nya. Apa yang Ia lakukan itu sangatlah istimewa dan itulah identitas saya yang sesungguhnya! Ya saya pasti memiliki kekurangan dan kelemahan tapi dalam setiap kekurangan dan kelemahan saya itu, Tuhan bekerja dan menjadikannya sempurna.
Hal yang sama bagi Anda semua. Ketika iblis dan dunia berusaha memberikan identitas
palsu kepada Anda, ingatlah kembali siapa diri Anda yang sesungguhnya di hadapan Tuhan
yang sangat mengasihi Anda dan berjalanlah dalam identitas Anda yang sesungguhnya itu.
DOA
Tuhan, bawa saya untuk memahami identitas saya yang sesungguhnya dan berjalan dalam
identitas itu setiap hari. Ketika iblis dan dunia berusaha menjatuhkan saya, ingatkan saya
kembali akan hal ini. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.